MAKALAH PENGERTIAN DAN LINGKUP STUDI ISLAM




Disusun oleh:
1.      IhdaRosyidatulUlum
2.      Nurul Nikmatun
3.      Ike Cahyanti
4.      Ahmad Ainurrizal

Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan





UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU)
JEPARA
TAHUN 2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga kami dapat  menyelesaikan makalah bertema ” Pengertian dan Ruang Lingkup Studi Islam” sebagai salah satu tugas kelompok mata kuliah Metodologi Studi Islam.

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami mendapatkan begitu banyak bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada siapa saja yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat dalam segala bentuk belajar mengajar, Sehingga dapat mempermudah pencapaian tujuan pendidikan nasional. Namun makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu saya mengharap kritik dan sarannya yang akan menjadikan makalah ini lebih baik.



Jepara,  September  2014
Penyusun












Daftar isi

Kata pengantar......................................................................................................... i
Daftar isi.................................................................................................................. ii
1.    Pendahuluan..................................................................................................... 1
A.    Latar Belakang masalah............................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah...................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan........................................................................................ 2
D.    Manfaat Penulisan..................................................................................... 2
2.    Pembahasan...................................................................................................... 3
A.           Pengertian Metode dan Metodologi....................................................... 2
A.           Aspek-aspek Metodologi........................................................................ 5
A.           Arti Penting Mempelajari Metodologi Studi Islam................................. 6
3.    Uraian............................................................................................................... 9
4.    Penutup.......................................................................................................... 11
A.    Kesimpulan............................................................................................... 11
B.     Saran......................................................................................................... 11
Daftar pustaka
















BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada awal tahun 1970-an berbicara mengenai penelitian agama dianggap tabu. Orang akan berkata : kenapa agama yang sudah begitu mapan mau diteliti, agama adala wahyu Allah. Sikap serupa terjadi di Barat. Dalam pendahuluan buku Seven Theories Of Religion dikatakan, dahulu oramg Eropa menolak anggapan adanya kemungkinan meneliti agama. Sebab, antara ilmu dan nilai, antara ilmu dan agama (kepercayaan) tidak bisa disinkronkan[1]

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat didalam sumber ajarannya, Al-Qur’an dan Hadits, tampak amat ideal dan agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progesif, menghargai  akal pikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, mencintai kebersihan, mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif lainnya

Metodologi Studi Islam merupakan sebuah mata kuliah yang berupayamengkaji Islam dengan wilayah tentang materi ajaran agama dan fenomena yang terjadi pada agama Islam. Studi-studi agama dewasa ini mengalami perubahan orientasi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan kajian-kajian agama sebelum abad ke-19. Umumnya pengkajian agama sebelum abad ke-19 memiliki beberapa karakteristik yang antara lain, sinkritisme, penemuan arca baru, dan untuk kepentingan misionari dipicu oleh semangat dan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga orientasi dan metodologi studi Islam mengalami perubahan.

Adapun studi Islam sendiri merupakan ilmu keislaman mendasar. Dengan studi ini, pemeluknya mengetahui dan menetapkan ukuran ilmu, iman dan amal perbuatan kepada Allah SWT. Diketahui pula bahwa Islam sebagai agama yang memiliki banyak dimensi yaitu mulai dari dimensi keimanan, akal fikiran, politik ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan hidup, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk memahami berbagai dimensi ajaran Islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan yang digali dari berbagai disiplin ilmu. Selama ini Islam banyak dipahami dari segi teologis dan normative.

B.       Rumusan Masalah
1.              Memahami Metodologi Studi Islam?
2.             Bagaimana cara memahami Metodologi Studi Islam?
3.             Sejauh mana perkembangan pemahaman Metodologi Studi Islam ?

C.       Tujuan Penulisan
1.              Untuk memahami Metodologi Studi Islam
2.              Untuk mengetahui cara memahami Metodologi Studi Islam
3.              Untuk Sejauh mana perkembangan pemahaman Metodologi Studi Islam

D.      Manfaat Penulisan
1.    Manfaat Teoritis
a)         Bagi penulis, berharap dengan makalah ini akan mampu menambah wawasan, serta lebih mengerti dan memahamitentang pengertian metode dan metodologi, aspek-aspek studi islam, serta mengetahui arti penting penggunaan metodologi dalam studi islam.
b)        Bagi jurusan PAI, makalah ini dapat memberian sumbangan pemikiran bagi studi Islam.
2.    Manfaat Praktis
a)         Dengan mempelajari, memahami, mehayati, sampai kepada pengimplementasian kandungan tentang pengertian metodologi studi islam maka akan memberikan wawasan yang lebih longgar dan luas, dengan piranti tersebut mendorong kepada kita agar selalu berada diatas kebenaran islam.
b)        Bagi pembaca, makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepustakaan yang merupakan informasi tambahan yang berguna bagi pembaca dan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak yang yang mempunyai permasalahan-permasalahan yang sama.



















BAB II
KAJIAN TEORI

A.      Pengertian Metode dan Metodologi
Secara etimologi (bahasa) Metodologi berasal dari bahasa Yunani Methodos dan logos. Methodos berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sedangkan Methodos itu sendiri berasal dari akar kata Metha dan Hodos. Methaartinya menuju, melalui, mengikuti,melewati dan sesudah, sedangkan hodosartinya jalan, cara, arah. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.Logos artinya ilmu
Secara terminologi (istilah) metode dapat dimaknai sebagai “jalan yang ditempuh oleh seseorang supaya sampai pada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan atau perniagaan maupun dalam kaitan ilmu pengetahuan dan lainya”.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, metode adalah “cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan guna mencapai apa yang telah ditentukan”. Dengan kata lain adalah suatu cara yang sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.
Metode menurut Djamaluddin dan Abdullah Aly dalam Kapita Selekta Pendidikan Islam, (1999:114) berasal dari kata meta berarti melalui, dan hodos jalan. Jadi metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Depag RI dalam buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001:19) Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Menurut WJS .Poerwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, (1999:767) Metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.
Menurut ROTHWELL & KAZANAS Metode adalah cara, pendekatan, atau proses untuk menyampaikan informasi
Menurut TITUS Metode adalah rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan bidang keilmuan.
Menurut MACQUARIE Metode adalah suatu cara melakukan sesuatu, terutama yang berkenaan dengan rencana tertentu.
Menurut WIRADI Metode adalah seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara sistematis (urutannya logis).
Menurut DRS. AGUS M. HARDJANA Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak-masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah- langkah tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai.[2]

Ketika metode digabungkan dengan kata logos menjadi metodologi . Logos berarti “studi tentang” atau “teori tentang”. Secara terminologi metodologi berarti ilmu-ilmu/ cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran. Oleh karena itu, metodologi tidak lagi sekedar kumpulan cara yang sudah diterima (well received) tetapi berupa kajian tentang metode. Dalam metodologi dibicarakan kajian tentang cara kerja ilmu pengetahuan. Pendek kata, bila dalam metode tidak ada perdebatan, refleksi dan kajian atas cara kerja ilmu pengetahuan, sebaliknya dalam metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat, dan merefleksi cara kerja suatu ilmu. Maka dari itu, metodologi menjadi bagian dari sistematika filsafat, sedangkan metode tidak.[3]
Terkait dengan studi Islam kedua kata tersebut sama benarnya. Istilah metodologi studi Islam digunakan ketika seseorang ingin membahas kajian-kajian seputar ragam metode yang bisa digunakan dalam studi Islam. Sebut saja misalnya kajian atas metode normative, historis, filosofis, sosiologis, komparatif dan lain sebagainya. Metodologi studi Islam mengenalkan metode-metode itu sebatas teoritis. Seseorang yang mempelajarinya juga belum menggunakannya dalam praktik. Ia masih dalam tahap mempelajari secara teoritis bukan praktis.
Berbeda dengan metodologi studi Islam, istilah metode studi Islam ketika seseorang telah menetapkan sebuah metode dan akan menggunakannya secara konsisten dalam kajian keIslamannya.

B.       Aspek-Aspek Metodologi Studi Islam
Antara agama dan ilmu pengetahuan masih dirasakan adanya hubunganyang belum serasi. Dalam bidang agama terdapat sifat dogmatis, sedangkan dalam bidanh ilmiah terdapat sikap rasional dan terbuka. Oleh karena itu, aspek sasaran studi Islam meliputi 2 hal yaitu:
1.      Aspek Sasaran Keagamaan
Kerangkka ajaran yang terdapat didalam al-qur’an dan hadits tetap dijadikan sandaran sentral agar kajian keIslaman tidak keluar dan tercerai dari teks dan konteks. Dari aspek sasaran tersebut, wacana keagamaan dapat ditransformasikan secara baik dan menjadikan landasan kehidupan dalam berprilaku tanpa melepaskan kerangka normatif. Elemen dasar keIslaman yang harus dijadikan pegangan:pertama, Islam sebagai dogma juga merupakan pengalaman universal dan kemanusiaan. Oleh karena itu sasaran studi Islam diarahkan pada aspek-aspek praktik dan empirik yang memuat nilai-nilai keagamaan agar dijadikan pijakan. Kedua, Islam tidak hanya terbatas pada kehidupan setelah mati, tetapi orientasi utama adalah sekarang. Dengan demikian sasaran studi Islam diarahkan pada pemahaman terhadap sumber-sumber ajaran Islam, pokok-pokok ajaran Islam sejarah Islam dan aplikasinya dalam kehidupan. Oleh karena itu studi Islam dapat mempertegas dan memperjelas wilayah agama yang tidak bisa dianalisis dengan kajian empiris yang kebenarannya relatif.
2.      Aspek Sasaran Keilmuan
Studi keilmuan memerlukan pendekatan kritis, analitis, metadologis, empiris dan historis. Dengan demikian studi Islam sebagai aspek sasaran keilmuan membutuhkan berbagai pendekatan. Selain itu, ilmu pengetahuan tidak kenal dan tidak terikat kepada wahyu. Ilmu pengetahuan beranjak dan terikat pada pemikiran rasional.Oleh karena itu kajian keislaman yang bernuansa ilmiah meliputi aspek kepercayaan normatif dogmatik yang bersumber dari wahyu dan aspek perilaku manusia yang lahir dari dorongan kepercayaan.[4]
C.     Arti penting Mempelajari Metodologi Studi Islam
Seiring berkembangnya zaman, mempelajari metodologi studi Islam diharapkan dapat mengarahkan kita untuk untuk mengadakan usaha-usaha pembaharuan dalam pemikiran aiaran-ajaran Islam yang merupakan warisan doktriner yang dianggap sudah mapan dan sudah mandek serta ketinggalan zaman tersebut, agar mampu beradaptasi serta menjawab tantangan serta tuntutan zaman dan modernisasi dunia dengan tetap berpegang terhadap sunber agama Islam yang asli, yaitu al-qur’an dan as-sunnah. Mempelejari metodologi studi Islam juga diharapkan mampu memberikan pedoman dan pegangan hidup bagi umat Islam agar tetap menjadi muslim yang sejati yang mampu menjawab tantangan serta tuntutan zaman modern maupun era-globalisasi sekarang ini.[5]
Disamping itu, metodologi studi islam merupakan solusi agar Islam tidak mudah disalah pahami oleh outsider (non muslim). salah satu penyebab seiringnya Islam disalah pahami barat karena mereka tidak memiliki instrument secara ilmiah bisa dibenarkan tidak hanya insider (muslim) tetapi juga oleh outsider. Bila insider tidak merumuskan pemahaman yang bisa dimengerti oleh outsider akan terus berlangsung seperti yang dialami oleh Salman Rushdie, Kurt Wester, Goard dan Geertz Wilder yang menghebohkan itu.[6]
Urgensi studi islam yang demikian dapat dipahami dan diuraikan sebagai berikut:
1.      Umat Islam saat ini pada kondisi yang problematis
Saat ini umat Islam masih berada dalam posisi pinggiran (marginal) dan lemah dalam segala bidang kehidupan sosial budaya. Dalam kondisi ini, umat Islam harus bisa melakukan gerakan pemikiran yang dapat menghasilkan konsep pemikiran yang cemerlang dan oprasional untuk mengantisipasi perkembangan dan kemajuan tersebut.
Dalam posisi problematis itui, jika mereka hanya berpegang pada ajaran ajaran Islam hasil penafsirsn ulama terdahulu yang merupakan warisan doktriner turun-temurun dan dianggapnya sebagai ajaran, maka berarti mereka mengalami kemandegan intelektual yang pada gilirannya akan menghadapi masa depan yang suram. Disisi lain, jika mereka melakukan usaha pembaharuan dan pemikiran kembali secara kritis dan rasional terhadap ajaran-ajaran Islam, maka akan dituduh sebagai umat yang meninggalkan atau tidak setia lagi terhadap ajaran Islam yang dianggapnya sudah matang dan sempurna.
Melalui pendekatan yang rasional-objektif, studi Islam diharapkan memberikan alternatif pemecahan masalah atau jalan keluar dari kondisi yang problematis tersebut.
2.      Umat manusia dan peradabannya berada dalam suasana problematis tersebut.
Pesatnya perkembangan dan imu pengetahuan dan teknologi modern telah membuka era baru dalam perkembangan budaya dan peradaban umat manusia, yang dikenal dengan era globalisasi. Pada era ini ditandai dengan semakin dekatnya jarak hubungan komunikasi antar bangsa dan budaya umat manusia. Pada suasana semacam ini tentuny aumat manusia membutuhkan adanya aturan-aturan, nilai-nilai dan norma-norma serta pedoman dan pandangan hidup yang universal dan diakui atau diterima oleh semua bangsa. Masalahnya adalah “dari mana sumber aturan ini dan norma serta pedoman hidup yang universal itu diperoleh?” umat manusis dalam peradaaban dan kebudayaaan memang telah berhasil menemukan aturan, nilai dan norma sebagai pedoman dan pegangan hidup, yang berupa agama, filsafat serta ilmu pengetahuan dan teknologi.[7]
Dengan demikian, manusia modern pun berada dalam kondisi yang serba problematis. Harold, H. Titus dan beberapa filosofis dewasa ini, dalam menjelaskan situasi problematis tersebut menyatakan bahwa “filosofis sekarang telah mencapai kekuatan besar tetapi tanpa kebijaksanaan, kita hidup dalam suatu periode yang mirip dengan tahap-tahap terakhir dari kebudayaan Greeko-Romawi, renaissance, reformasi dan revolusi industri dimana terjadi perubahan dalam cara manusia berfikir. Dalam hal ini peraktik, atau terjadi perubahan-perubahan yang menyentuh kehidupan manusia dan masyarakat.



















BAB III
ANALISIS
            Dalam dunia keilmuan ada upaya ilmiah yang disebut metode, yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang sedang dikaji.[8] Lebih jauh lagi Peter R.Senn mengemukakan, “Metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis.[9]Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut.[10] Secara sederhana dapat dikatakan bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara mengetahui sesuatu, maka metodologilah yang mengkerangkai secara konseptual terhadap prosedur tersebut. Implikasinya , dalam metodologi dapat ditemukan upaya membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan metode.

Dalam sistematika filsafat terdapat tiga macam sub sistem yaitu ontologi, epistemologi, dan aksologi. Epistemologi mencakup pembahasan tentang batas pengetahuan, sumber pengetahuan, validitas pengetahuan, metode untuk mendapatkan pengetahuan dan lain-lain. Metode untuk mendapatkan pengetahuan menjadi pembahasan sendiri yang disusun secara sistematis dan logis, sehingga menjadi ilmu yang berdiri sendiri yang kemudian disebut metodologi. Filsafat mencakup epistemologi, selanjutnya epistemologi mencakup metodologi. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa, metodologi merupakan salah satu perwujudan operasional dari epistemologi. Demikian juga kronologi struktur dalam metodologi Islam, yaitu berangkat dari filsafat Islam yang mencakup epistemologi Islam sedang epistemologi Islam melahirkan metodologi Islam

            Mungkin timbul pertanyaan mengapa metodologi Islam? Padahal metode itu berlaku secara umum, tidak ada kekhususan-kekhussusan tertentu yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Berpijak dari perbedaan antara filsafat Islam dan filsafat Barat, akhirnya melahirkan epistemologi dan selanjutnya metodologi yang berbeda. Namun ketika berpijak pada kesamaan antara keduanya diperoleh kenyataan bahwa filsafat Islam disamping berdasarkan akal juga berdasarkan wahy, dan wahyu ini mewarnai epistemologi Islam, sehingga ia mencakup dimensi spiritual, seperti intuisi. Selanjutnya epistemologi yang berdasarkan nilai-nilan transendental ini melahirkan metodologi yang juga dipengaruhi nilai-nilai transendental yang kemudian disebut metodologi Islam.

            Pendidikan Islam menekankan fundamentalisme dalam pengertian bahwa pendidikan Islam tidak membiarkan adanya interpensi ke dalam ajaran Islam yang dilakukan oleh orang-orang yang skeptis dan kaum bid’ah yang ingin menyimpangkan Islam dengan merubah hal-hal yang bersifat fundamental tersebut untuk diganti dengan apa yang mereka inginkan. Dengan demikian orang-orang Islam yang melaksanakan agamanya dengan mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan hadits tidak dapat disebut sebagai kaum fundamentalis dalam pengertian seperti yang sekarang digunakan, yaitu bentuk gerakan suatu kelompok atau faksi yang radikal yang berusaha untuk memaksakan pandangan-pandangannya kepada semua kelompok masyarakat. Agama berisi ajaran tentang keimanan. Dengan demikian setiap orang memiliki pandangan agama tertentu yang harus diikutinya yang tertuang dalam karya tulis dan semangat dengan mengikuti hal-hal yang bersifat asasi dan mengikutinya dengan teliti dan cermat.

            Dengan demikian, pendidikan Islam yang berkembang di berbagai wilayah ditujukan untuk membentuk seorang Muslim yang benar dengan mengikuti Al-Qur’an dan Hadits, dan di dalam seluruh materi ajaran yang bersifat keagamaan atau keduniaan tidak ada yang bertentangan dengan keyakinan mereka dalam hubungannya dengan keuntungan yang bersifat duniawi. 

BAB IV
PENGAKHIRAN
A.      Simpulan
metode dapat dimaknai sebagai “jalan yang ditempuh oleh seseorang supaya sampai pada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan atau perniagaan maupun dalam kaitan ilmu pengetahuan dan lainya”.
Aspek sasaran studi Islam meliputi 2 hal yaitu:
a.       Aspek Sasaran Keagamaan
b.      Aspek Sasaran Keilmuan
B.       Saran dan Harapan
Pada era modern seperti sekarang ini, kemajuan ilmu dan teknologi sangat pesat. Seiring dengan itu, permasalahan kehidupan semakin rumit dan membutuhkan pemecahan masalah yang cepat dan tepat; sementara islam hanya digunakan sebagai simbol atau cap saja pada diri seorang muslim, tanpa mempelajari, memahami, menguasai, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga terkadang seorang muslim merasa dibodohi oleh kemajuan teknologi yang terjadi pada era sekarang ini, dan belum tahu ke mana jalan yang harus dituju serta belum tahu metode yang benar dalam studi islam  itu sendiri sebagai mana telah dibahas.
Mengingat hal yang demikian itu, maka disarankan kepada semua pihak yang kompeten dalam pengelolaan lembaga-lembaga pendidikan islam, baik pemerintah, maupun swasta, perguruan tinggi, organisasi islam, dan sebagainya kiranya dapat:
1.       memberikan pelajaran berupa materi-materi dasar tentang studi islam kepada seluruh peserta didiknya, terutama para mahasiswa perguruan tinggi islam baik negeri mupun swasta, mulai awal semester karena kajian materi ini sangat penting, memerlukan pemahaman yang komprehensif, dan memerlukan waktu yang lama untuk menguasaainya
2.      Para dosen yang mengajar metodologi studi islam diharapkan jangan Cuma menyampaikan silabus atau menerangkan tentang kajian ini, tetapi lebih dari itu, agar beliau menekankan kepada peserta didiknya supaya dapat mempergunakan ilmu ini dengan baik dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Para dosen dituntut agar memiliki wawasan yang luas mengenai pemahaman studi islam agar tidak menjerumuskan kepada mahasiswanya kepada jalan yang melenceng dari ajaran agama Islam, serta kurikulum dan silabusnya tentu disesuaikan dengan tingkat kecerdasan dan daya serap anak didik.























DAFTAR PUSTAKA

Alavi, Zainuddin, Pemikiran Pendidikan Islam¸Bandung: Angkasa, 2003

Fanani, Muhyar, Metode Studi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008

Muhaimin, at.all, Kawasan dan Wawasan Studi Islam, Jakarta: Kencana, 2005

http://www.blogger.com/blog-this.g

http://elsya2389.blogspot.com/2012/04/metodologi-studi-islam-pengertian-ruang.html

http://id.wikipedia.org/wiki

Qomar, Mujamil,Epistemologi Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga, 2005















LAMPIRAN
1.      Abdul Jamal Dwi Choironi
Metode     : cara yang teratur baik-baik untuk mencapai maksut dan informasi
Logos       : studi tentang/ teori tentang aspek-aspek metodologi
a)      Aspek sasaran keagamaan, sandaran Qur’an dan Hadits
b)      Studi keimanan
Ilmu pengetahuan tidak terikat wahyu dan lebih ilmu yang rasional
Metodologi Studi Islam memberikan pemahaman yang jelas tentang islam dan ilmu pengetahuan yang saling berdampingan baik
ü  Urgensi
Umat Islam mampu memberikan pedoman hidup  manusia untuk menjawab tentang di masa globalisasi dalam hidup yang sekarang ini
ü  Memahami Studi Metodologi Islam
Metode dalam di maknai sebagai jalan yang dapat ditempuh seseorang yang dapat dipahami masyarakat sebagai bahan perniagaan dan pembelajaran
v  Komentar
Materi yang disampaikan kurang dipahami oleh pembawa materi dan kurang jelas dan kurang keras

2.      Dedi kurniawan
Metode     : cara yang teratur baik-baik untuk mencapai maksud dan informasi
Logos       : studi tentang/ teori tentang
Aspek-aspek metodologi
a.       Aspek sasaran keagamaan
Sandaran Al-Qur’an dan Hadits. Sasaran studi diarahkan kepada semua umat manusia
b.      Studi keilmuan
Ilmu pengetahuan tidak terikat wahyu dan lebih ke ilmu yang rasional
Metodologi Studi Islam memberikan pemahaman yang jelas tentang Islam dan ilmu pengetahuan yang yang saling berdampingan baik
ü  Kesimpulan
Memahami Studi Metodologi Studi Islam adalah metode dalam di maknai sebagai jalan oleh seseorang yang dapat dipahami masyarakat sebagai bahan perniagaan pembelajaran
v  Komentar
Pembaca materi terlalu cepat menerangkan dan kurang lantang

3.      Maftuhatul Aulia
Metodologi Studi Islam   : ilmu atau cara untuk menemukan kebenaran
Metode                             : suatu jalan yang dilakukan untuk mencapai tujuan
Dari bahasa yunani, metode : menuju, logos : ilmu
Apek Metodologi Studi Islam
a.       Sasaran keagamaan    -> sifat normatif
b.      Sasaran keilmuan       ->
Dari adanya {cara, strategi, jalan, sistem & tekhnik} dapat diartikan bahwa:
Metode adalah cara teratur yang digunakan untik melakukan perencanaan untuk mencapai tujuan
v  Komentar
-          Belum faham tentang aspek sasaran keilmuan
-          Mohon materinya digandakan
4.      Nikmatul Wahidah
A.    Pengertian Metodologi
Methodos       : jalan yang ditempuh
Metha             : menuju, melewati
Hodos            : jalan/ cara
Metode {cara, strategi, jalan, sistem, tekhnik }
ð  Seperangkat unsur yang satu dengan yang lain saling terkait
ð  Suatu jalan yang dilalui untuk menuju tujuan yang dituju
ü  Menurut wiradi, metode adalah suatu cara yang sistematis dan logis
ü  KBBI, metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir dengan baik-baik untuk mencapai suatu maksud
ü  Metodologi adalah ilmu-ilmu/ cara yang digunakan untuk menentukan kebenaran
ü  Aspek-aspek
a.       Bidang agama                        : sifat normatif
b.      Aspek sasaran keilmuan         :
Aspek       : kerangka dalam Al-Qur’an dan Hadits
Aspek kepercayaan          : ilmu pengetahuan tidak terikat wahyu
ü  Arti penting          : mengarahkan kita keusaha pembaharuan ajaran Islam
ü  Urgensi dalam Studi Islam
a.       Umat Islam mampu memberikan pedoman hidup manusia untuk menjawab tantangan di masa globalisasi dalam hidup yang sekarang ini
b.      Umat Islam dalam posisi pinggiran
c.       Umat Islam harus bisa berfikir cemerlang
v  Pertanyaan
Apa maksud dari Islam dalam posisi pinggiran ?
5.      Ahmad Fathur Rozi
Secara bahasa : yunani => sesuatu jalan yang dicapai untuk menempuh tujuan
Secara istilah => jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Aspek-aspek
a.       Aspek sasaran keagamaan
b.      Aspek sasaran keilmuan
ü  Arti penting mempelajari Metodologi Studi Islam
Agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
ü  Urgensi
a.       Umat Islam kondisi sistematis
b.      Umat manusia & peradabannya dalam kondisi problematis
v  Komentar
Sebenarnya penyampaian sudah bagus, namun kita kurang bisa memahami apa yang disampaikan karena kita tidak punya materinya
v  Saran
Alangkah lebih baiknya semua audien diberikan materi
6.      Luaiyinnandiful kafi
Pengertian Studi Islam secara bahasa
Yunani : sesuatu jalan yang dicapai untuk menempuh tujuan
ü  Aspek-aspek dalam Studi Islam
-          Aspek sasaran keagamaan
-          Asek sasaran keilmuan
ü  Arti penting mempelajari Studi Islam
Agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
ü  Urgensi
-          Agar umat Islam berkondisi sistematis
-          Umat Islam peradabannya dalam problematis
v  Komentar
Mas, mbak, kalau presentasi arah vocal itu harus full/ maksimal dan penjelasannya itu secara urut
7.      Andi Riswanto
ü  Pengertian metode
Methodos      : cara/ jalan yang ditempuh
Logos            : ilmu
Metode         : jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Aspek-aspek Metodologi Studi Islam
-          Aspek sasaran keagamaan
-          Aspek sasaran keilmuan
ü  Perubahan universal itu yang bagaimana ?
8.      Nur Habibi Teguh Wibowo
ü  Pengertian Metode dan Metodologi
Metodologi ->  Yunani => methodos & logos
Metha dan hodos
ü  Menurut WJS KBBI = cara yang telah teratur untuk mencapai suatu tujuan
ü  Logos : teori tentang
ü  Aspek MSI
-          Aspek sasaran keagamaan
-          Aspek sasaran keilmuan
ü  MSI diharapkan bisa menjadi pegangan
ü  Arti penting mempelajari studi Islam
ð  Mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
ü  Urgensi
ð  Agar umat Islam berkondisi sistematis
v  Komentar
Dengan materi yang begitu rumit dan terperinci, pembacanya dan penerangannya terlalu cepat
9.      Fitrotul Ulya
ü  Metodologi secara istilah
ð  Jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan baik dalam lingkungan/ perniagaan
ü  Aspek-aspek
-          Keagamaan
-          Keilmuan
ü  Sumber-sumber agama
-          Al-Qur’an
-          Sunnah (hadits)
ü  Metode yaitu
-          Cara
-          Strategi : perencanaan secara cermat
-          Jalan
-          Sistem : seperangkat unsur yang saling terkait
-          tekhnik
ü  Substansi
isi yang terkandung di dalam

10.  Sihabbuddin
ü  Metodologi menurut etimologi
-          Meta        : menuju, melalui
-          Logos      : jalan, cara, arah, ilmu
Metodologi : jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Menurut jamaludin
-          Meta        : melalui
-          Logos      : jalan
Metodologi : jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Menurut RJS Purwadinigrat
ð  Mara yang telah diatur dan terfikir secara baik
ü  Metodologi menurut terminologi yaitu ilmu-ilmu/ cara yang digunakan untuk menelusuri jalan-jalan kebenaran
ü  Aspek-aspek
-          Studi sasaran Islam (keagamaan)
-          Studi sasaran keilmuan
ü  Arti penting mempelajari metodologi studi Islam
ð  Mengarah pembaharuan ajaran-ajaran Islam
ü  Uraian pentingnya mempelajari
-          Umat Islam dalam kondisi pinggiran (tradisional)
-          Harus bisa melakukan pemikiran konsep kemajuan
-          Berfikir kritis dan rasional
11.  Nasikhul Umam
ü  Metodologi     : cara yang sudah dilakukan yang mudah dicapai
                             : cara mudah untuk menetapkan suatu tujuan
ü  Aspek ada 2
-          Aspek keagamaan
-          Aspek keilmuan
ü  Metodologi menurut etimologi
Meta    : menuju
Logos  : jalan
ü  Logos : studi tentang/ teori tentang aspek-aspek metodologi
ü  Metodologi studi islam memberikan pemahaman yang jelas tentang Islam dan ilmu pengetahuan yang saling berdampingan baik
ü  Arti penting mempelajari Metodologi Studi Islam
Mengarah pengharaman ajaran-ajaran Islam
ü  Metode dalam dimaknai sebagai jalan oleh seseorang yang dapat dipahami masyarakat sebagai bahan perniagaan dan pembelajaran
12.  Nur Ahmad Stiansyah
ü Pengertian MSI
Cara metode yang digunakan untuk suatu perencanaan
ü Metodologi => sesuatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan
ü Aspek-aspek MSI
-          Aspek ajaran keagamaan
-          Aspek sasaran keilmuan
ü Diaharapkan untuk pembaharuan ajaran Islam agar dapar beradaptasi dan menjawab tantangan zaman
ü Metode dapat dimaknai sebagai jalan yang ditempuh untuk seseorang
v Komentar
Presentasi terlalu singkat
13.  Bachrul Ulum Rully
ü Pengertian MSI
Bahasa Yunani
-          Metodos
-          Logos : jalan
ü Metodologi : suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan
ü Aspek-aspek MSI
a.       Aspek sasaran keagamaan
b.      Aspek sasaran keilmuan
ü Diharapkan untuk pembaharuan ajaran Islam agar dapat beradaptasi dan menjawab tantangan zaman
ü Metode dimaknai => jalan yang ditempuh oleh seseorang baik dalam tujuan menuju keislaman
v Komentar
Presentasi terlalu singkat dan kurang memahami materi tapi berjalan sesuai urutan yang baik
14.  M. Gufron S.
ü Aspek-aspek Metodologi Islam dibagi 2
a.       Aspek keagamaan
b.      Aspek sasaran keilmuan
ü Arti penting Metodologi
a.       Umat Islam saat ini
b.      Umat manusia dan peradabannya
ü Logos  - natural science
- sosial science
- humaniana science
ü Substansi => isi yang terkandung didalamnya
ü Pengertian MSI
Cara metode yang digunakan untu suatu perencanaan
ü Metodologi
Suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan
v Komentar
Pemateri terlalu cepat untuk menerangkan sehingga para pendengar kurang jelas
15.  Dwi Cahyo Handoko
ü Metode : cara mudah untuk menerapkan suatu tujuan
ü Logos : study tentang/ teori tentang aspek-aspek metodologi
ü Aspek-aspek metodologi Islam dibagi 2
a.    Aspek keagamaan
b.    Aspek sasaran keilmuan
ü Substansi : isi
v Komentar
Tidak dapat dipahami karena penyampaian terlalu cepat
16.  M. Dimas Adi P.
ü  Metode : cara yang teratur baik-baik untuk mencapai maksud dan informasi
ü  Logos : study tentang/ teori tentang
ü  Aspek-aspek metodologi
a.       Aspek sasaran keagamaan, sandaran Qur’an dan Hadits
b.      Study keimanan
Ilmu pengetahuan tidak terikat wahyu dan lebih ke ilmu yang rasional
ü  Metodologi Studi Islam memberikan pemahaman yang jelas tentang Islam dan ilmu pengetahuan saling berdampingan baik
ü  Urgensi
Umat Islam mampu memberikan pedoman hidup manusia untuk menjawab tantangan di masa globalisasi dalam hidup yang sekarang ini
v  Komentar
Materi yang disampaikan kurang jelas
17.  Moch Kamalluddin
ü  Metode : cara mudah untuk menerapkan suatu tujuan
ü  Logos : study tentang/ teori tentang
ü  Aspek-aspek Metodologi Islam
a.       Aspek sasaran keagamaan,, sandaran Qur’an dan Hadits
b.      Study keimanan
v  Komentar
Penyampaian materi terlalu cepat, sehingga sulit dipahami
18.  As’ad Ulinnuha
ü  Metode         : cara mudah untuk menentukan suatu jalan
ü  Logos            : study tentang/ teori tentang
ü  Ilmu terikat pada ilmu pengetahuan
ü  Metodologi study Islam agar Islam tidak tersesat
ü  Aspek-aspek metodologi
a.       Aspek sasaran keagamaan, sandaran Qur’an dan Hadits
ü  Sistem           : seperangkat unsur yang saling terkait
ü  Strategi         : perencanaan secara cermat
ü  Logos
-          Natural science
-          Sosial science
-          Hummanian science
ü  Metode dapat dimaknai seseorang sebagai jalan yang ditempuh aspek-aspeknya
ü  Substansi => isi yang terkandung didalamnya
v  Komentar
Penyampaian materi terlalu cepat, jadi audien tidak bisa menerangkan secara maksimal
19.  Khoirun Ni’am Z.A
ü  Aspek-aspek Metodologi Agama Islam
-          Aspek sasaran keagamaan
Wacana keagamaan dapat dijadikan landasan
-          Aspek sasaran keilmuan
ü  Substansi => isi yang terkandung didalamnya
v  Komentar
Tidak ada makalah yang disebarkan dan pembacaannya terlalu cepat jadi kurang apa yang dibacakan
20.  Nuur Muhammad
ü  Metode : cara,           meta : menuju,             logos : arah
ü  Aspek sasar
-          Agamaan : terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits
-          Ilmu        : terdapat pendekatan
ü  Arti penting
-          Diharapkan untuk mengarahkan pembaharuan pada Islam dapat mengikuti zaman
-          Manusia modern dalam keadaan kritis
ü  Formasi dan filsafat termasuk perencanaan secara cermat
ü  Substansi : isi yang terkandung didalamnya
21.  M. Abror Falah
ü  Etimologi menurut terminologi yaitu ilmu-ilmu/ cara yang digunakan untuk menelusuri jalan-jalan kebenaran
ü  Aspek-aspek
a.       Studi sasaran Islam
b.      Studi sasaran keilmuan
ü  Menurut Jamaluddin
Meta  : melalui
Logos: jalan
Metodologi : jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Dalam bidang ilmiah ialah selalu terbuka elemen dasar dapat menjadi pegangan
ü  Islam tidak terbatas setelah mati
ü  Pokok-pokok ajaran Islam dalam kehidupan
ü  Ilmu pengetahuan tidak berasional
ü  Mampu menjawab Islam di era globalisasi dan modern
ü  Umat Islam harus dapat menggerakkan secara kritis dan rasional
22.  Ahmad Boby Suharto
ü  Metode         : cara mudah untuk menerapkan suatu tujuan
ü  Aspek ada 2
-          Aspek keagamaan
-          Aspek keimanan
ü  Metodologi menurut etimologi
-          Meta        : menuju, melalui
-          Logos      : jalan, cara, arah, ilmu
ü  Menurut Jamaluddin
-          Meta        : melalui
-          Logos      : jalan
-          Metodologi         : jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
-           
ü  Menurut RJS Purwadiningrat
Cara yang telah diatur dan terpikir secara baik
ü  Etimologi menurut terminologi yaitu ilmi-ilmu/ cara yang digunakan untuk menelusuri jalan-jalan kebenaran
ü  Aspek-aspek
a.       Studi sasaran Islam
b.      Studi sasaran keilmuan
23.  Muh. Rizal
ü  Metodologi dari bahasa Yunan yaitu
Meta dan logos : suatu jalan yang harus dilalui untuk sampai ketujuan
ü  Al-Qur’an dan Haadits untu sandaran
ü  Belajar metodologi studi Islam diharapkan untuk pembahruan ajaran Islam agar dapat beradaptasi dan menjawab tantangan zaman
ü  Aspek-aspek Metodologi Studi Islam
-          Aspek sasaran keagamaan
-          Aspek sasaran keilmuan
24.  Mansur Toyyibi
ü  Metode : cara mudah untuk menerapkan suatu tujuan
ü  Aspek ada 2
-          Aspek keagamaan : sandaran Qur’an dan hadits
-          Aspek keimanan
ü  Logos : studi tentang teori aspek-aspek metodologi
ü  Metodologi menurutt etimologi
-          Meta        : menuju, melalui
-          Logos      : jalan, cara, arah, ilmu
-          Metodologi : suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Metodologi menurut terminologi yaitu ilmu/ cara yang digunakan untuk menulusuri jalan-jalan kebenaran
ü  Arti penting mempelajari metologi studi Islam
ð  Mengarah pembaharuan ajaran-ajaran Islam
ü  Substansi : isi yang terkandung didalamnya
ü  Logos            : - natural science
- sosial science
  - humanian science
25.  Ahmad Khoirun Naim
ü  Metode         : cara yang teraatur baik-baik untuk mencapai maksut dan informasi
ü  Logos            : studi tentang/ teori tentang
ü  Aspek-aspek metodologi
-          Aspek sasaran keagamaan, sandaran Qur’an dan Hadits
-          Studi keilmuan
Ilmu pengetahuan tidak terikat wahyu dan lebih ke ilmu yang rasional
ü  Metodologi studi Islam memberikan pemahaman yang jelas tentang Islam dan ilmu pengetahuan yang saling berdampingan baik
ü  Sistem           : seperangkat unsur yang saling terkait
ü  Strategi         : formasi, taktik, siasat
ü  Metode         : cara teratur yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan
ü  Logos            :
-          Ilmu (natueal science)
-          Sosial
-          Humanian science
ü  Kesimpulan
Dapat ditempuh jalan seseorang yang dapat dipakai masyarakat sebagai bahan perniagaan dan pembelajaran
v  Komentar
Pemateri yang tidak jelas, sangat singkat, dan tidak musah dipahami
26.  Sitta Dyah Ayutifani
ü  Metodologi   : cara pendekatan untuk mencari informasi
ü  Aspek-aspek Metodologi Studi Islam
-          Aspek sasaran keilmuan
Ilmu pengetahuan terikat dalam sifat yang rasional
ü  Arti penting mempelajari Metodologi Studi Islam
Diharapkan dapat menjadi pembaharuan dalam kehidupan
27.  Zunisa’ Iffatur R.
ü  Metodologi -> bahasa Yunani, metodos yang artinya sesuatu jalan/ melalui/ mencapai tujuan
ü  Logos berarti jalan, cara, arah
ü  Sehingga dapat diartikan suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Aspek Studi Islam
-          Agama dan ilmu pengetahuan
-          Ilmu pengetahuan : empiris, kritis , historis
ü  Urgensi Metodologi Studi Islam
-          Harus bisa melaksanakan operasional
-          Dapat memberikan pedoman
-          Agar Islam tidak mudah disalahgunakan
28.  Nila Ayu Khotimah
ü  Metode         : suatu jalan untuk melalui/ mencapai tujuan
ü  Logos            : ilmu
ü  Aspek-aspek Studi Islam, ada 2
-          Aspek sasaran keagamaan
Ø  Islam sebagai dugma
Ø  Islam tidak hanya terbatas setelah mati
-          Aspek sasaran keilmuan
Kritis, empiris, historis
Ilmu pengetahuan tidak terikat oleh wahyu, tetapi melalui akal
ü  Ilmu menurut Muh Hatta dikelompokkan menjadi 3
-          Natural science
-          Sosial science
-          Humaneora science
29.  Mike Fatmawati
ü  Metode berasal dari bahasa Yunani
Meta = menuju jalan, logos = ilmu
ü  Metode : cara kerja yang bersistem guna mencapai tujuan yang ditentukan
ü  Metodologi Islam : ilmu-ilmu/ cara memperoleh kebenaran
ü  Aspek-aspek Metodologi dalam Studi Islam
-          Saasaran keagamaan
-          Sasaran keilmuan
ü  Urgensi mempelajari Metodologi Studi Islam
-          Dapat mengarahkan kita untuk mengadahkan pembaharuan dalam Islam
-          Dapat memberikan pedoman/ aturan
-          Agar Islam tidak mudah disalahgunakan
30.  Ikhda Khoirotus Sifa
ü  Metode         : sesuatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan
ü  Metodologi   : ilmu-ilmu/ cara-cara yang digunakan untuk mencapai ilmu
ü  Aspek MSI
a.       Aspek sasaran keagamaan
b.      Aspek sasaran keilmuan
ü  Metodolgi Studi Islam diharapkan mampu dijadikan pedoman untuk menjawab tantangan zaman agar tidak tertinggal zaman yang semakin modern yang mengalami perkembangan globalisasi
v  Komentar
-          Belum dijelaskan mengenai Metodologi Studi Islam
-          Mohon diulas kembali dan mohon saya difahamkan
31.  Lovie Wavia
ü  Metodologi   : cara pendekatan untuk mencari informasi
ü  Aspek sasaran keilmuan
Ilmu pengetahuan tidak terikat dalam sifat yang rasional
ü  Arti penting mempelajari Metodologi Studi Islam
Diharapkan dapat menjadi pembaharuan dalam kehidupan


32.  Ratna Sanjiyanti
ü  Metode            : cara/ jalan yang ditempuh
ü  Meta                : menuju/ melalui
ü  Logos              : ilmu
ü  Menurut Jamal
Kata mata (melalui) logos (jalan)
Jalan yang harus dilalui untuk mencapai jalan yang dituju
ü  Menurut KBBI, WJS Purwadarminto
Cara yang tealah terpikir dengan baik-baik unuk mencapai suatu maksud
ü  Menurut Wiradi : suatu cara yang sistematis dan logis
ü  Terminologi, Metodologi : ilmu atau cara yang digunakan untuk mencari kebenaran
ü  Aspek-aspek
a.       Sasaran keagamaan (sifat normatif)
Kerangka dalam Al-Qur’an dan Hadits
b.      Sasaran keilmuan
Aspek kepercayaan tidan terikat wahyu, aspek perilaku manusia
ü  Arti penting, mengarahkan kita ke usaha pembaharuan
a.       Umat manusia berada dalam posisi pinggiran
b.      Umat manusia berada dalam suasana problematis
ü  Elemen Studi Islam
a.       Islam sebagai norma
b.      Islam tidak hanya
ü  Metode: cara teratur yang dipakai untuk melakukan pekerjaan guna mencapai tujuan yang diinginkan
ü  Logos
a.       Natural science
b.      Sosial science
c.       Humanian science



[1]Atho Mudzahar, Pendekatan Studi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007. Hlm. 11

[2] http://elsya2389.blogspot.com/2012/04/metodologi-studi-islam-pengertian-ruang.html
[3] Muhyar Fanani, Metode Studi Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm.9.
[4] http://www.blogger.com/blog-this.g
[5] Muhaimin, at.all, Kawasan dan Wawasan Studi Islam, (Jakarta: Kencana, 2005), hlm.1.
[6] Muhyar Fanani, Metode Studi Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm.9
[7] Qomar, Mujamil,Epistemologi Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga, 2005
[8]Mattulada, “ Studi Islam Kontemporer (Sintesis Pendekatan Sejarah, Sosiologi Dan Antropologi Dalam Mengkaji Fenomena Keagamaan)” dalam Taufiq Abdullah dan M Rusli Karim (ed.), Metodologi Penelitian Agama Sebuah Pengantar,(Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 1989, h.
[9]Peter R. Senn, social, h. 4
[10] ibid., h. 6.
Related : MAKALAH PENGERTIAN DAN LINGKUP STUDI ISLAM.