Defenisi kewirausahaan secara umum terdapat 2 kelompok pandangan terhadap pengertian kewiraushaan yaitu sebagai proses atau sebagai kemampuan.menurut Hisrich,RD dan M.P Peters (1998) mendefenisikan kewirausahaan sebagai proses penciptaan suatu yang gres melalui perhitungan atau resiko dan keuntungan.kewirausahaan merupakan proses dinamis yang mengkreasikan atau mengupayakan penambahan kesejahteraan atau kekayaan.bahwa pada dasarnya dari kewirausahaan yaitu kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang.orang yang melaksanakan kewirausahaan sering disebut wirausaha atau enterpreneur.


Latar belakang wirausaha
Lingkungan keluarga
pendidikan
nilai personal
umur
latar belakang pekerjaan
modal kewirausahaan tidak selalu berupa uang maupun barang.namun juga sanggup berupa yang tak berwujud,antara lain:

Modal intelektual: skill atau keterampilan pengetahuan dan kemampuan
modal sosial dan moral: gambaran diri yang baik kejujuran integritas,menepatin janji,menghormatin orang lain,bertanggung jawab dsb.
modal mental: pantang mengalah berani mengambil resiko dengan perhitungan matang dan menyukai tantangan.

Modal material: uang dan barang.
multidisiplin ilmu kewirausahaan dari sisi administrasi wirausaha yaitu seseorang yang mempunyai kemampuan untuk memakai dan mengkombinasikan sumber daya ibarat keuangan materi baku sdm dan keterampilan untuk menghasilkan produk,proses produksi,bisnis dan organisasi perjuangan baru.oleh alasannya yaitu itu wirausaha merupakan orang yang mempunyai kombinasi unsur unsur internal dan memperdayakan unsur eksternal untuk mencapai tujuannya,yang dimaksud unsur eksternal antara lain kapital sumber daya,sdm dan teknologi sedangkan unsur internal mencakup motivasi,visi,komunikasi,optimisme,semangat dan kemampuan,memanfaatkan peluang usaha.

Dari sisi psikologi wirausaha yaitu orang yang mempunyai dorangan berpengaruh dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya diluar kekuasaan orang lain.

Delapan karakteristik kewirausahaan antara lain sebagai berikut

Memiliki rasa tanggung jawab
lebih mempunyai resiko yang lebih moderat
meimiliki kepercayaan diri untuk meraih kesuksesan
mau dan bersedia mendapat umpan balik
memiliki semangat tinggi dan tipe tipe kerja keras
berorientasi pada masa yang akan datang
memuliki kemampuan mengoragnisasikan sumber daya
lebih menghargai prestasi dari pada uang.
penyebab kegagalan wirausaha

Pengalaman administrasi dimana pelaku wirasusaha tidak mempunyai cukup pengalaman dan pemahaman perihal prinsip manajemen
perencanaan keuangan dimana pelaku wirausaha menganggap bahwa modal bukan faktor penting dalam usaha.memang modal bukan segala galanya namun sumber daya kapital meurupakan darah dalam bisnis sehinggah modal perlu dikelola dengan baik.
lokasi dimana lokasi terpilih bukan lokasi yang tepat
pengendalian perjuangan dimana pelaku wirausaha yang gagal kurang bisa melaksanakan pengendalian perjuangan secara optimal.
boros telalu boros dalam membuka perjuangan dengan pengeluaran dana yang seharusnya sanggup ditangguhkan di tunda atau di kendalikan.
manajemen piutang yaitu memakai pedoman kas secara tidak sempurna alasannya yaitu kurang perhatian terhadap piutang sehinggah modalnya habis alasannya yaitu kebanyakan pembeli yang berutang.

Pengembangan yang berlebihan agenda pengembangan perjuangan sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang matang pertumbuhan perjuangan sebaiknya seiring dengan pertumbuhan pasar prospek pasar.
perbedaan antara intraprenuer dan wirausaha

Intraprenuer merupakan individu yang mempunyai karakteristik ibarat seorang wirausaha namu berbeda dalam organisasi yang telah mapan atau mantap.sedangkan wirausaha bekerja untuk diri sendiri sedangan intraprenuer bekerja pada orang lain maupun institusi yang bukan miliknya.namun keduanya mimiliki karakteristik yaitu sama sama sebagai inovator dan mimiliki keberanian dalam menghadapi resiko.

Dalam arti luas manajer yaitu setiap pimpinan dalam organisasi antara lain mandor,supervisor,manajer maupun direktur.berdasarkan pengertian tersebut maka seorang wirausaha juga menjalankan fungsi manajer,namun tidak setiap manajer menjalankan tugas sebagai wirausaha.pada prinsipnya manajer wirausaha dan intrapreneur sama sama sebagai seorang pemimpin dalam suatu bentuk bisnis.oleh alasannya yaitu itu seorang manajer wirausaha maupun intrapreneur dituntut mempunyai kemampuan teknis kemampuan manajerial dan interpersonal skill yang membedakan ketiga nya antralain adalah:

1.cara pandang terhadap resiko.seorang wirausaha dan intrapreneur cendrung lebih berani mengambil resiko.sedangkan manajer cendrung lebih berhati hat tehadap situasi yang tidak menentu seorang wirausaha lebih cepat mengambil keputusan dan tindakan.sedang seorang manajer akan lebih berhati hati dengan berkonsultasi dengan pimpinan lebih tinggi maupun pemilik perusahaan.

2.motivasi dalam kerja.motivasi bekerja dari para manajer bervariasi di antaranya untuk mengejar karier mencari status,aktualisasi diri mencari nafkah.hal itu berbeda dari wirausaha yang tidak memerlukan karier kurang memperhatikan status dan cendrung mengutamakan peningkatan nilai kekayaan bisnisnya,sedangkan intrapreneur meurupakan kombinasi antara manajer dan wirausaha boleh dikatakan intrapreneur merupakan manajer yang berjiwa wirausaha.

3.level dalam oraganisasi dalam oraganisasi manajer dan intrapreneur merupakan seorang pemimpin.namun manajer dan intrapreneur yaitu karyawan,bukan pemilik perusahaan.manajer mempunyai beberapa atau tingkatan dimana middle manager dan firs line manager mempunyai pimpinan yang lebih tinggi.sedang wirausaha yaitu pemilik perusahaan yang boleh dikatakan mempertanggungjawabkan kenerjanya pada diri sendiri.

Tujuan Pembentukkan kewirausahaan

Deficit Equilibrum

Seseorang merasa adanya kekurangan dalam dirinya dan berusaha untuk mengatasinya

Pengambilan Keputusan menjadi Wirausaha

Perasaan kekurangan mendorong ia untuk mencari pemecahannya

Goal Directed Behavior

Keputusan menjadi wirausaha diambil dengan tujuan memecahkan duduk masalah kekurangan

Pencapaian Tujuan

Tujuan berupa insentif yang di yakini dan dinikmati kalau seseorang melaksanakan acara tertentu

Cori- ciri wirausaha yang berhasil berdasarkan Kasmir :

  • Memiliki Visi dan Tujuan yang jelas
  • Inisiatif dan Proaktif
  • Berorientasi pada prestasi
  • Berani mengambil Resiko
  • Bertanggung jawab
  • Komitmen
  • Mengembangkan dan memelihara relasi.

Bart jutte 10 golden rules dalam manjemen risiko untuk proyek bedasarkan pengalaman seginggah bisa diterapkan juga pada proyek isu pada umumnya.

  1. Jadikan administrasi risiko cuilan dari proyek
  2. indetifikasi risiko semenjak awal proyek
  3. komunikasi resiko resiko yang ada
  4. pertimbangkan baik bahaya maupun kesempatan
  5. klarifikasi penanggung jawab untuk setiap resiko
  6. buat prioritas resiko
  7. melakukan analisa resiko
  8. buat planning dan implementasi balasan terhadap resiko
  9. dokumentasikan proyek resiko
  10. tentukan resiko dan tindakan yang diambil
Related : Belajar Muda Kewirausahaan.