Cara jualan gorengan biar laku bahu-membahu ialah hal yang sederhana. Namun anda tetap akan kesulitan kalau seandainya tidak mengetahui caranya.

Ini sanggup dikatakan gampang alasannya ialah masyarakat kita sudah sangat erat dengan gorengan. Dalam kata lain, tidak perlu mengenalkan kembali produk tersebut alasannya ialah semua orang telah tahu.

Sekarang yang dibutuhkan hanyalah menciptakan bagaimana semoga orang yang ingin membeli gorengan tiba ke daerah anda bukannya ke daerah yang lain.

Kita sanggup dengan gampang menemukan orang berualan gorengan. Hal ini juga seiring dengan banyaknya orang yang sangat suka dengan memakan gorengan.

Namun hambatan yang dihadapi oleh para penjual gorengan ialah gorengan yang tidak laku. Bagaimana mensiasatinya?

Sebetulnya ini ialah dilema yang cukup kompleks dari hanya tidak laku jualan. Dilihat dari sisi bisnis, gorengan tidak memenuhi banyak hal dalam segi branding, jaringan pemasaran dan lain sebagainya.

Misalnya; salah satu cara meningkatkan penjualan ialah dengan menawarkan nilai tambah, kelebihan dibanding pesaing atau layanan purnajual.

Sebagai penjual gorengan, apakah itu berarti anda menciptakan gorengan lebih besar dari pesaing dan menjual lebih murah dari pesaing?

Jangan lakukan itu, alasannya ialah anda merusak harga pasar, seni administrasi banting harga ialah hal yang umum yang dilakukan oleh UKM, namun perjuangan yang melakukannya seringkali tidak bertahan lama. Biasanya dalam bisnis seseorang harus melaksanakan banding.

Namun bagaimana membangun merk gorengan? Apakah gorengan kita diberi nama “Gorengan Haji Mamat” kemudian menaikan harganya, mungkin ya, mungkin tidak.

Seperti yang saya jelaskan diawal, ini telihat sederhana namun dari segi bisnis tidaklah sesimpel itu. Untuk memahaminya, anda perlu membedakan produk yang mempunyai diferensiasi dan produk komoditas.

Produk Komoditas


Disebut Produk komoditas alasannya ialah produk ini memenuhi komoditas (Commodity) kebutuhan sehari-hari manusia. Misalnya materi pangan. Namun kalau produk anda tidak mempunyai merek, cenderung sanggup disebut sebagai produk komoditas.

Dalam hal gorengan, sebagian besar akan mengincar segmen komoditas, artinya ia menjual sebagai gorengan, sama menyerupai kebanyakan gorengan, tanpa diferensiasi yang membedakan antara gorengannya dengan gorengan yang lain.

Jika anda menentukan bisnis menyerupai ini, anda mempunyai margin per produk yang lebih rendah namun cenderung mempunyai konsumen yang cukup banyak.

Jika anda ingin laku jualan gorengan biasa sama menyerupai kebanyakan penjual, seni administrasi yang sanggup anda lakukan sebagai berikut;

1. Perhatikan Kualitas Gorengan


Yang perlu anda perhatikan tentu saja produknya. Coba perhatikan produk anda dibandingkan produk pesaing. Apakah anda sudah cukup enak, gurih dan bikin nagih? Coba buat sama atau bahakan lebih baik dari kompetitor.

2. Membuka di Lokasi yang Tepat


Taukah anda bahwa 3 dari 5 alasan bisnis makanan sukses alasannya ialah lokasinya yang strategis. Anda harus sanggup menemukan lokasi strategis yang sanggup anda pilih untuk memulainya.

Ramai memang cenderung daerah strategis, namun tidak selalu.

Ciri-ciri lokasi strategis adalah:

1. Mereka ialah orang-orang yang tertarik membeli gorengan

2. Ramai oleh orang yang tertaik tadi.

Anda sanggup membuka di kantin sekolah, depan sekolah, di pinggiran kampus, pinggir masjid, minimarket, dan sebagainya.


Produk yang Memiliki Diferensiasi


Diferensiasi atau perbedaan ialah keuniakan, nilai tambah, atau advanced value yang sanggup anda tambahkan pada produk anda. Produk yang mempunyai diferensiasi akan keluar dari komoditas.

Komoditas seringkali digambarkan sebagai red ocean atau lautan merah berdasarkan buku Blue Ocean Strategy. Karena disini ada banyak penjual yang akan berdarah darah memperebutkan sedikit konsumen. Dan hal ini memunculkan persaingan yang tidak sehat.

Jika dalam komoditas seseorang menilai sebuah produk hanya “sebuah produk”, lain hal nya dengan yang diterapkan dalam seni administrasi kali ini. Yang akan kita tanamkan dalam benak konsumen sebuah produk kita bukan hanya sebuah produk tetapi “produk dari merek A”.


Untuk sanggup memahaminya, saya punya pertanyaan sederhana untuk anda:

Apa bedanya ayam crispy dan KFC? Mungkin memang terdapat banyak perbedaan tetapi ada perbedaan esensial yang perlu anda perhatikan.

Jika seandainya anda menciptakan produk yang sama persis dengan produk KFC tanpa merek KFC, apakah akan selaku dengan merek KFC, tentu tidak. Kaprikornus inilah yang dinamakan branding.

KFC berhasil menanamkan merek mereka di benak konsumen sehingga masyarakat mengasosiasikan merek KFC dengan ayam crispy terbaik.

Lalu apa kaitannya dengan jualan gorengan?

Saya ingin mengajak anda menjual gorengan menyerupai KFC menjual ayam crispy.

Bayangkan anda mempunyai lapak gorengan yang tersebar di seluruh dunia, tentu asik bukan? Kenyataannya anda hanya perlu mencontek cara KFC dalam jualan ayam crispy.

Membuat produk dan mengetes ke ceruk pasar yang tepat

Jika ada menentukan untuk membangun bisnis menyerupai KFC, anda harus menemukan produk yang tepat untuk ceruk pasar tertentu. Sama menyerupai KFC yang fokus jual ayam crispy, anda nantinya harus menemukan sebuah produk yang hendak anda jual.

Menemukan produk? Bukankah produknya sudah terperinci yaitu gorengan?

Baik, dalam hal ini yang telah saya jelaskan diatas, anda harus menemukan diferensiasi yang berpengaruh antara gorengan anda dengan gorengan biasa. Akan jauh lebih baik kalau gorengan anda secara total sama sekali berbeda, jenis gres dan rasanya “merakyat”.

Jika anda telah menemukan produk menyerupai ini, anda tidak pribadi menjualnya. Lakukanlah riset pada ceruk pasar yang anda target. Anda sanggup menawarkan free sample dan memintanya mengomentari produk gorengan anda tesebut.

Buatlah sampai produk anda siap pada ceruk pasar yang anda incar.

Uji Ngangenin


Ini ialah seni administrasi powefull yang diajarkan oleh Jaya Setiabudi dalam buku Buka Langsung Laris-nya. Kaprikornus kalau anda menawarkan sample, seringkali yang mendapatkan free sample menawarkan data yang tidak benar, bukan alasannya ialah ingin menipu anda ini memang tidak sengaja.

Kita cenderung mengapresiasi kebaikan orang lain. Saat kita menerima makanan gratis berupa free sample, kita cenderung melihat kebaikan dari makanan tersebut. Padahal yang paling dibutuhkan dikala itu ialah kritik untuk membangun produk anda.

Kaprikornus prinsipnya sesudah anda melaksanakan free sample, anda menjualnya kemudian perhatikan ada berapa orang yang melaksanakan pembelian kembali  (Repeat order).

Jika sangat sedikit, mungkin ada yang salah dengan produk anda. Anda harus terus mengemangkan produk anda. Mungkin membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan.

Membuat Kemasan dan Brand


Setelah produk anda cukup sempurna, anda sanggup mulai menciptakan kemasan. Buatlah kemasan yang gampang untuk ditemukan oleh mata.

Kira-kira begini, kalau produk anda diletakan di etalase, apakah produk anda menjadi produk yang pertama kali dilihat? Jika tidak, ubahlah. Buat kemasan yang mencolok namun tetap mewakili produk dan merk anda.

Memasarkan


hal terakhir yang harus anda lakukan ialah melaksanakan pemasaran secara luas dengan aneka macam media pemasaran yang sangat banyak yang sanggup anda gunakan dikala ini.

Related : Cara Jualan Gorengan Supaya Laku Yang Telah Terbukti.