Dalam penyusunan sebuah website, pastinya sebuah website yang akan dibentuk tentunya mempunyai suatu tujuan tertentu. Baik itu untuk profil perusahaan, sosial media, aplikasi pembelajaran, dan lain sebagainya. Masing-masing website mempunyai fungsi yang berbeda. Sebagai website developer, kita harus sanggup memilih jenis website ibarat apa yang akan kita buat nanti biar sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, sebuah website sanggup dibentuk atau dipakai dengan efisien.

Jika dibagi dalam penyusunan kontennya, Sebuah website sanggup dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu website statis dan website dinamis.

Website Statis


Website Statis. Dari namanya "statis" kita sanggup mengartikan bahwa website statis tidak berubah, diam, tidak dinamis. Itu secara teoris. Kalau misalkan kita praktekan. Suatu website disebut website statis kalau seseorang website developer harus mengubah isyarat itu baik html, css, js ataupun bahasa website lainnya untuk mengubah konten dari website tersebut. Dengan kata lain konten sulit diubah lantaran harus dibentuk kodenya kembali. Hal ini biasa disebut dengan istilah "hard coding". Oke, kita akan mencoba menjabarkan keuntungan, kelemahan, dan aplikasi dari website statis ini.

a. Keuntungan. Karena kita eksklusif bekerja dengan kode, maka kustomisasi website tersebut sanggup lebih gampang untuk dilakukan. Biasanya website statis sanggup lebih unik dibandingkan website dinamis. Hal ini juga disebabkan penataan website statis lebih gampang dibandingkan dengan website dinamis dimana kita harus sanggup menempatkan dimana konten yang bersifat dinamis tersebut.

b. Kelemahan. Tentunya kita akan sulit untuk menambah konten baru. Kita harus mengubah isyarat htmlnya kembali.

c. Aplikasi. Pada umumnya website profil baik itu profil perusahaan ataupun pribadi yang berisi portofolio memakai website statis. Hal ini dilakukan biar kustomisasi sanggup maksimal. Untuk website profil juga tidak perlu menambah konten komplemen sehingga cocok untuk memakai website statis.

Website Dinamis

Website Dinamis. Mudahnya, website dinamis yakni kebalikan dari statis, yang artinya sanggup fleksibel dan sanggup diubah. Dengan website dinamis kita sanggup menambah konten gres tanpa harus mengubanya secara manual. Namun, pembuatan website dinamis jauh lebih sulit dibandingkan dengan website statis. Hal ini disebabkan kita harus memperhatikan kawasan penyimpanan dari konten tersebut. Untuk menciptakan website dinamis, setidaknya harus memahami hingga pemrograman backend php dan memahami sql sebagai bahasa database.

a. Keuntungan. Jika sistem website sudah dibuat. Kedepannya kita hanya fokus kepada konten tanpa harus memikirkan kode. Hal ini sanggup meringankan pekerjaan kedepannya. Karena konten akan diolah dengan otomatis mulai dari pembuatan hingga penampilan konten.

b. Kelemahan. Pembuatan yang sulit, kita harus sanggup menciptakan website yang sanggup mengolah konten. Setidaknya kita harus memahami CRUD(create, read, update, delete) yang ada pada PHP. Kita juga harus memahami cara memakai SQL dengan PHP biar sanggup mengolah database.

c. Aplikasi. Tanpa kita sadiari, CMS ibarat joomla, drupal atau bahkan blogger dan wordpress sanggup dikatakan website dinamis. Kita sanggup mengolah konten tanpa harus memikirkan isyarat yang ada.

Kalau kau baca sampe sini, selamat ya semoga ilmu dari sanggup membawamu menjadi programer handal. Dan juga terimakasih sudah berkunjung. Bagi yang mempunyai pertanyaan seputar artikel atau sekedar pengen curhat sanggup eksklusif komen dibawah ya.
Related : Website Statis Dan Dinamis.