Dalam memajukan ekonomi indonesia mungkin pendekatan yang kita usulkan agak beda dengan keputusan yang di ambil oleh banyak pejabat saat ini. sekali lagi ini hanya usulan.

Saran itu kalau di pakai ya alhamdulillah kalau tidak di ambil yang tidak apa apa.

Apa yang kita sarankan di dalam memilih salah satu strateginya? Bukan hanya merubah kebijakan ekonomi tambahkan dengan kebijakan luar negeri yang baru. Ini semua adalah bagian dari geoekonomi dan geostrategi bernegara. Membuat kebijkan jangan sepotong namun kita sebagai negara yang bergantung dengan impor dan ekspor yang cukup besar harus menjadi negara pemain yang cantik.

Ada 3 referensi mengapa kita harus melakukan strategi diplomasi tingkat tinggi dan world class.

Kita sederhanakan sebelum mengurainya lebih jauh. Entah bagaimana di kepala pejabat saat ini penting FDI atau foreign direct investment dan bagi saya itu ngak salah tetapi bukan pilihan utama penganut MMT.

Prinsip utama dari ber investasi adalah modal sekecil kecilnya, usaha semudah mudahnya, untung secepat cepatnya. Bisa di bayangkan kalau investornya ASING yang globalis?!!

Mana mikir dia mau aset indonesia rusak, SDA nya habis, tidak juga mikir mau alihkan teknologi agar  buruh indonesia pintar, tidak juga mikir bagaimana buruh skillnya ketranpilannya naik. Kalau perlu semua high teknologi, sedikit tenaga kerja lokal.

Lalu sesungguhnya dengan pemikiran globalis sebagai investor apa yang indonesia SESUNGGUHNYA dapat? Rakyat dapat apa? Pajak?

Mereka invetsor pasti minta TAX HOLIDAY dengan berbagai alasan. Sementara kalau tax holiday tidak ada, atau insentif pajak tidak di berikan, maka omnibus law secanggih apapun ya tidak akan sexy banget untuk FDI.

Tetapi untung juga kalau ternyata FDI sedikit yang masuk ke indonesia saat ini, jadi kita yang pendukung MMT yang  prinsipnya lower tax atau kemudahan pajak, dan mendukung tax holiday jadi terselamatkan.

Jadi yang sudah di putuskan oleh banyak pejabat saat ini adalah tetap dukung investasi asing karena INDONESIA PERLU UANG ASING UNTUK MEMBANGUN.

Ini sekali lagi yang membedakan platform ekonomi bernegara dengan MMT. MMT tidak memerlukan UANG ASING untuk membangun negara sendiri.

Ok lah, lah memang beda jadi kita juga bantu, biar ngak bablas bernegaranya, jadi TERLALU MENGUNTUNGKAN asing dan aseng, serta membuat SDA indonesia musnah dengan NILAI TAMBAH atau VALUE ADDED rendah hanya dapat cuan dari pembelian bahan baku.

Jadi apa 3 referensi yang menjadi latar belakang pemikiran saran kita pendukung MMT ini ke pejabat dan kebijakan saat ini.

Semua berbasis dari perjalanan sejarah.

Ketika perang saudara atau civil war terjadi di romawi antara julius caesar dan pompey pemimpin senat, maka seorang senator  muda yang bernama brutus yang memihak pompey di tangkap oleh pasukan caesar, di saat caesar memenangkan perang battle of pharsalus tersebut.

Ketika brutus di tanya oleh caesar mengapa memikan pompey, anak muda tersebut,m brutus terdiam lama tidak menjawab. Kita ingatkan sebentar, brutus itu anak servilia. Servilia adalah “pacar” caesar, dimana brutus sudah seperti anak caesar karena sejak kecil sudah mengenal caesar.

Brutuspun alhirnya mendapatkan pengampunan pardon dari caesar tentunya atas pengarus sang ibunda Servilia.

Kembali  kepertanyaan caesar mengapa brutus memihak pompey? Maka jawaban brutus adalah pompey memiliki pasukan 2 kali lebih besar dari caesar, lebih lengkap senjatanya dan di dukung penuh oleh senat.

Caesar menjawab tegas brutus yang masih dalam status tahanan perang, kamu jangan pernah terpesona dengan kekuatan yang besar dan terlihat kuat. Berpihaklah kepada yang berpengalaman, militan, terbukti ketrampilan prestasinya karena yang begini punya kecenderungan menang.

Sekarang kita dalam perang dagang amerika tiongkok harus hati hati sekali. Diplomasi luar negerinya, lobby lobby politiknya kebijakan kebijakannya, hati hati. Juga dalam hal ini sahabat, kita bebas menganalisa siapa pompey, siapa caesar dalam perang dagang amerika tiongkok. Kalian memutuskan sendiri.

Sejarah kedua. Di awal perkembangan eropa tahun 1300an maka ada sebuah wilayah kecil namun super makmur bernama VENESIA.

Posisinya yang strategis berada di tengah dua negara besar, yunani dan romawi. Yunani menguasai sisi utara laut aegean dan dan sisi muka laut atlantis, sisi romawi menguasi selatan eropa sampai afrika utara.

Venesia harus tepat memihak siapa dalam thucidides trap antara 2 negara besar tadi. Dan venesia melihat posisi strategis kedua negara tadi venesia di tengahnya. Seperti indonesia dengan selat malakanya dalam hal tiongkok amerika saat ini.

Venesia membaca kekuatan milter keduanya, kekuatan sistem keduanya, kendali pasar dan pengaruhnya ke berbagai wilayah. Yunani ternyata lebih unggul walau masih terbilang lebih muda karena yunani menguasai sisi utara eropa, barat eropa yang tumbuh cepat ketimbang sisi utara afrika dan sisi selatan italia.

Kebebasan berfikir eropa utara dan eropa barat lebih maju ketimbang keterbatasan dalil agama sisi selatan eropa yang terkekang ketatnya yang sangat mempengaruhi bernegara dan bermasyarakat kala itu.

Venesia memihak yunani yang ternyata kurang dari 10 tahun setekah dari keputusan tersebut, venesia mendapatkan hak keistimewaan yang selama ratusan tahun di nikmati kemakmuran yang luar biasa.

Setelah memihak yang tepat, maka keputusan ekonomi bernegara venesia ada hal yang di revolusi yaitu lahirnya COLLEGANZA. Sistem yang juga menjadi platform ekonomi bernegara MMT yang kita anut.

Kita jelaskan colleganza di lain kesempatan ya.

Yang terakhir refensi kita adalah contoh ketika strategi mengalahkan virus versi manat menteri kesehatan ibu siti fadillah. 

Mengalahkan virus bukan dengan vaccine tetapi dengan politik.

Hal ini memerlukan penjelasan lebih rinci namun saya yakin banyak yang faham maksud kita ini, atau kita tambahkan, sama memenangkan perang dnegan diplomasi politik.

Kita semua tahu ISIS adalah hornet net strategi israel dan amerika. Kita tahu yang merancang adalah team partai demokrat yang bossnya bernama MADAM SECRETARY hillary clinton.

ISIS tombol utama nya di madam secretary ini. kalau dulu manat presiden pak SBY mengerti strategi politik ini, maka tidak mungkin ada teroris meledakankan bom lebih dari 10 kali selama SBY menjabat.

Sahabat urusan beginian  yaitu teroris di tanah air jangan ragukan ke NKRI an saya, saya ada di pusaran utama melawan itu semua.

Jadi apa kesimpulan kita sejauh ini?

Ingin memenangkan perang melawan covid, ingin bermain dua kaki ala venesia lalu memihak yang punya kecenderunganmenang dan membangun tanpa asing aseng?  Yuk diskusi, MMT selalu siap untuk di pakai kok. Bener deh, ayo kita duduk bersama selesiakan masalah bangsa negara, kalau duduk bersama tidak menyelesaikan masalah, yuk kita tidur bersama. Eh gitu ya? Tidur itu supaya mimpi lagi gitu loh maksudnya.

By: Mardigu WP

Related : KALAU DUDUK BERSAMA TIDAK MENYESAIKAN MASALAH COBALAH TIDUR BERSAMA..