Sebuah kalimat menampar saya kemarin dalam diskusi dengan beberapa sahabat di bilangan jakarta timur di temani gerimis siang hari. Kalimatnya adalah, percuma anda bisnis membangun digitalisasi untuk UKM karena saat ini hal pendukung investasi arahnya bukan ke MASA DEPAN arahnya, tetapi mundur kemasa lalu?

Kepala saya pun bingung arah pertanyaannya, namun dia meneruskan kalimatnya selaku peneliti ekonomi. 

Kita semua tahu bahwa 10 tahun dari sekarang, di tahun 2030 ke sana, dimana 80% produk di dunia akan di kuasai oleg UKM go global dan go digital. 

Perusahaan besar akan semakin mahal biaya overheadnya, sehingga untuk mutu sama, barang hasil usaha UKM akan lebih murah, lebih handal dan jadi pilihan. Dia melanjutkan monolognya, sementara anda bossman, fokus sudah kesana, membangun banyak platform, tetapi sekali lagi arah dukung infrastruktur investasi nasional dan pemerintah TIDAK SAMA SEKALI mendukung banyak.

Kasihan deh luh!!! 

Saya masih leng leng an setengah faham dan bertanya, jadi apa sebenarnya terjadi?

Diapun melanjutkan, itu omnibus law, saya baca draftnya, yang versi halaman seribuan, sampai halaman yang di bawah seribu halaman.

Yang siapa juga telah membaca lengkap sampai faham anggota parlemennya mohon angkat tangan. Itu pertanyaan banyak temen teman pengamat kebijakan nasional, yang sampai sekarang masih kleyengan, membaca arah pasal perpasal, menjahitnya bagaimana? Juga aplikasinya nanti secara keseluruhan.

Diapun melanjutkan, saya menemukan, kata AIR itu lebih dari 230 kata, kata TANAH itu lebih dari 250 kata, kata HUTAN lebih dari 350 kata. Jadi kalau bisa dilihat itu ominibus law ya masih tetang JUAL TANAH AIR fokusnya kali ya?!.

Lalu katanya lagi dengan nada meninggi, tahu ngak mas, Kata DIGITAL  hanya 11. Kata FINANCIAL INKLUSI ngak ada! Bayangkan, dunia kedepan itu teknologi, informasi, digitalisasi, telekomunikasi, keuangan digital hampir tidak tersentuh!!! 

Kira kira bisa memajukan bangsa ngak tuh UU cipta kerjanya? Atau hanya menukar sedikit uang agar bis amasuk kekantong dengan menghabiskan aset bangsa berupa sumber daya alam?

Ini kalimat sangat menohok saya sebagai pemain digital kelas kampung setidaknya, namun saya mau bilang apa? Itu fakta!!!

Bayangkan usaha untuk membantu UKM, santara dengan funding ke UKM, sudah jalan, kemudian viralmu.id sebagai tool marketing dimana kita tahu setiap UKM penting untuk bisa menjual produknya. UKM punya kendala klasik setelah pendanaan yaitu branding, marketing dan selling otu berusaha kita solusikan. 

Viralmu.id berusaha menjawab masalah tersebut dengan menyiapkan saat ini baru 90.000 promoter atau reseller. Promoter pastinya bisa menjadikan banyak pengangguran, ahli status sosmed mendapatkan income sampingan dnegan memviralkan produk UKM dan dapat komisi. Target tutup tahun 2020 ini, 500.000 promoter yang akan membantu memviralkan produk UKM, di viralmu.id.

Bener deh, untuk dunia bisnis digital, menjalankan bisnis tidak gampang. Banyak kendali teknis, data base, server, koneksi internet, user expereience, mahalnyaSDM, sedikitnya yang loyal, sedikitnya pilihan yang militan dan kreatif.  Lalu TIDAK DI DUKUNG lagi oleh infrastuktur birokrasi, lengkap dah penderitaan. 

Apa efek diskusi tersebut? Diskusi kemarin masuknya kepikiran saya sampai tembus ke hati saya, masih membekas hingga malam harinya bahkan sampai paginya. 

Merasa susah bener berjuang membangun ekonomi kerakyatan itu ya? Internet, digital adalah demokratisasi bisnis atau membebaskan pasar, namun banyak regulasi hadir membatasi gerak pasar bebas menjadi pasar terarah.

Arahnya  terbanyak  ya ke : TANAH, AIR, HUTAN.

Digital? Di anak tirikan?!!

Sementara realitanya adalah bisnis  di indonesia 90% adalah UKM,  fakta lain 97% angkaan kerja di tampung di UKM. Digitalisasi membuat UKM punya pembukuan sendiri, marketing tool sendiri, santara funding system, itu tidak akan tumbuh baik kalau ekosistem tidak dudukung secara total oleh pejabat.

Kemudahan itu adalah, masukan dunia digital dengan menyebutnya lebih dari 300 kali di omnibuslaw misalnya. Itu pasti akan membuat kemudahan, pembebasan gerak, para pengusahaUKM. Bagaimana usulan begini? Apa bisa kami para pemain ini di kasih  perhatian juga.

By: Mardigu
Related : KEBERPIHAKAN ANAK EMAS DENGAN ANAK TIRI ALA OMNIBUS LAW.