Kita semua memahami banyak pejabat yang kagum dengan keberhasilan tiongkok membangun negaranya namun lupa sejarah awal bahwa ada deal dua negara tiongkok amerika di jaman deng xioping dengan ronald reagan.

Juga lupa bagaimana global supply chain dunia hadir di tiongkok di awal 90an jaman clinton. Lupa bahwa amerika lah yang membangun tiongkok, dan menjadi pembeli produk asal tiongkok yang terbesar.

Tiongkok saat ini merupakan negara produsen terbesar di dunia dan sejak xi jing ping berkuasa seumur hidup, tiongkok punya agenda lain. Ingin menjadi negara super power. 

Saat ini tiongkok adalah great power country, belum negara super power. Negara super power masih amerika. Di sebut super power karena kekuatan militer, di tambah dominasi sekutu sekutu negara terkoneksi dan kekuatan pengikat transaksi yaang bernama dolar.

Untuk menjadi negara super power , koneksi yang di bangun oleh tiongkok bernana OBOR, one belt one road to beijing.

Ada 70 negara saat ini di ikat oleh tiongkok, oleh yuannya. Landasanya adalah tiongkok negara produsen terbesar di dunia. Entah bagaimana pendapat tiongko negara besar seakan menjadi terlihat benar atau hebat tiongkoknya sehingga indonesia terpesona masuk dalam jaringan OBOR dan miring ke tiongkok. 

Saking terpesonanya bahkan sampai membuat lalai akan kekuatan dalam negeri.

Sekedar pengingat disisi seberang lain lagi yaitu amerika juga negara produsen, saat ini nomor dua di dunia, namun sekutu amerika ada 50 negara di dunia semua negara produsen seperti jepang, korea selatan, taiwan, inggris, eropa barat, india yang kaalu di jumlah ya merupakan 60% produksi dunia juga.

Kalau di hitung satuan negara, tiongkok dan amerika 11 12. Tetapi kalau OBOR di banding sekutu amerika, 60 : 40. Plus dolar, euro, yen, 90% peredaran uang dunia, yuan hanya 1,7%!!!!!.

Terlalu beresiko pindah sumbu tanpa persiapan matang di dalam negeri yang menganalisanya, mungkin sudah di analisa namun siraman cuan kecepatan lebih ceoat dari kemampuan berfikirjadi tiongkok is the best, layak di ikuti dan di tiru. 

Dan ini yang menjadi perduli kita mengingatkan dalam membangun ekonomi dalam negeri harus  berbasis UKM!!!!!!. Apakah pemerintah punya ilmu yang sama, solusi yang sama, dan strategi yang sama dengan kita? Kayaknya otot pengetahuannya beda, kayaknya platform bernegarannya beda. Saat ini lebih senang dengan elitis di garap bukan bottom of pyramid UKM.

Karena itu kita infokan hal yang mungkin pemerintah bisa adopsi.

Jadi sekedar mengingatkan lagi. Banyak negara sekutu karena covid mencetak uang sebagi solusinya.

Untuk itu kita berikan lagi sudut pandang yang lain agar menjadi lebih faham mengapa uang mesti di cetak agar masalah keuangan selesai dengan cepat, namun maha guru ekonomi indonesia tetap memuja sampai mati cetak uang adalah inflasi, monggo, silahkan percaya sama ilmu kalian. Tetapi boleh doang ada ilmu lain kalian pelajari.

Kembali mengingatkan di tahun 2008 amerika kena subprime morgage yang mengakibatkan amerika mencetak uang untuk membail out masalah lembaga keuangan tadi.

Kita sederhanakan biar faham, saya punya hutang satu milyar ke pak jokowi, pak jokowi punya hutang ke pak pratikno, pak pratikno punya hutang 1 milyar ke pak luhut, pak luhut punya hutang dengan pak erick tohir, pak erik punya hutang 1 milyar ke ibu srimulyani, terus akhirnya misalnya pak prabowo punya hutang ke bank.

Ketika bossman di ‘kasih” uang 1 milyar dengan printing money, uang tadi langsung di bayarkan ke pak jokowi, pak jokowi bayarkan ke pak pratik, pak pratik bayar ke pak luhut, terus sampai ke pak prabowo, dan pak prabowo bayar hutang ke bank.

Mendadak semua hutang lunas, dan bank sekarang terima balik lagi uangnya.

Uang tadi yang balik setelah hutang pada lunas, bisa inflasi kalau tidak ada “lawannya yaitu sektor produktif”

Maka uang tersebut di bawa keluar negeri, di bawa kenegara mitra mitra amerika dan sekutu terutama negara berkembang. Untuk DI SANDING kan dengan sektor produktif. Sehingga uang tersebut menjadi manfaat produktif.

Hal ini membuat tidak ada inflasi di amerika dan dunia.

Jadi kembali ke printing money. Ketimbang yuan printing money menyelesaikan masalah covid di dalam negeri tiongkok. Maka negara sekutu plus amerika lebih banyak jumlah cetakan uangnya di tahun 2020 ini. amerika, inggris, jerman dan banyak negara  sekutu lainnya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa kita ingin mengingatkan lagi kepemerintah, solusi kedepannya bagaimana baiknya. Agar indonesia bisa menangkap peluang uang beredar banyak dana murah tadi.

Kembali ke jaman tahun 2011, 2012, 2013, dana murah dari luar negeri yang membajiri indonesia, akan kembali seperti itu lagi di tahun 2022/2023.

Inilah golden moment!!!

Ketika nanti november pilpres amerika selesai, maka presiden akan dilantik bulan januari. Dimasa 2 bulan itu, biasa..amerika akan bukan saja ngurusi dalam negeri namun sekutunya di urus juga.

Di asean, ada yang masih gamang seperti singpura, memihak tiongkok atau  ambil posisi netral  seperti pengekuan indonesia namun miring ke tiongkok dalam trade war tiongkok amerika ini.

Namun ada negara yang sudah pede, memihak amerika. Pada pertemuan 11 september dengan pompeo dalam first mekong – US partnership ministerial meeting tersebut, laos, kamboja, thailand, myanmar, dan vietnam, terang terangan mendukung amerika.

Maka bisa di pastikan tahun 2021, 2022 dana murah akan membanjiri negera-negara tersebut persis seperti tiongkok di tahun 1980-1990.

Trump atau biden november nanti bukan masalah, tetapi bisa di pastikan, kalau Trump yang jadi, gemeter banyak negara dah.

Karena itu, ada baiknya omnibus law di sahkannya nanti setelah pemilihan presiden amerika biar indonesia ngak salah langkah. Tujuan omnibus law khan sederhana, mendatangkan hard currecy ke indonesia, meningkatkan kesejahteraan rakyat. Makanya hati hati. Jangan buru buru, tanya si sontoloyo ini kek sesekali. Eh lupa, gue bukan siapa siapa.

By: Mardigu WP

Related : LANGKAH HATI HATI OMNIBUS LAW YANG PRO RAKYAT.