Kita bahas lagi globalis walau tidak ada hubungannya dengan fulus di kantong kita secara langusng yang bisa untuk membayar biaya bulanan listrik, internet, sandang pangan, pendidikan, kesehatan yang sekarang sedang kita perlukan.

Namun memahami gerakan yang terjadi di dunia ini memberikan kita pemahaman akan langkah kedepan untuk menyalib di tikungan mengubah masalah menjadi peluang.

Mundur sedikit rapat jacklyn island tahun 1910 yang ingin dolar menjadi mata uang dunia baru terlaksana di dengan 2 perang dalam 35 tahun setelahnya. 

Baru tahun 1945 impian mereka tercapai.

Globalis dengan world currency adalah pasangan sejati, sehingga ketika mata uang NEGARA bermain menjaditidak terkendali , globalis tidak suka, globalis  ingin pegang kendali lagi.

Untuk hal ini nanti kita urai cerita dari sisi lain, “hilangnya” jack ma. Kembali ke landasan berfikir globalis.

Globalis terinpsirasi dengan apa yang dilakukan anak muda di tahun 2009 menciptakan bitcoin. Bitcoin tercipta karena TIDAK PERCAYA DENGAN MATAUANG dunia ciptaan negara. Negera besar seperti jepang, negara negara eropa, apa lagi amerika, uang itu di cetak sak mau maunya mereka, dan setelahnya negara kuat tadi “ngerjain” negara lemah dan negara berkembang untuk menelan kelebihan cetakan mata uang mereka.

Inilah yang membuat  bitcoin dengan algoritma akan menjadi “lebih adil” lebih fair sehingga terukur dalam sisi uang sebagai alat tukar atau alat bayar. 

Ini harus kita jelaskan dengan rinci lagi, khusus bitcoin ya, jang terus measa informasi ini mewakili crypto crypto lainnya.

Bitcoin inilah inspirasi yang membuat globalis cabal ingin naik satu level setelah mengendalikan sistem distribusi dan keuangan dunia serta currecy terutama dolar. Mereka tahu kedepan adalah dunia digital yang berkuasa. Jadi digital currency harus mereka kendalikan dan miliki. 

Untuk itu, penting menerbitkan sendiri digital currency yang di tolak bank central dunia di 2018 kemarin. Itulah muasal perang biologi di luncurkan sebagai alat politik pukul trump dan pukul ekonomi dunia biar kapok dan tunduk di bawah globalis, seperti dulu.

Tahun 2030 misinya harus sudah tercapai, perangnya pakai bioengineering awalnya. 

Ini semua akan terjadi berapa lamanya? Mungkin 4 tahunan sejak 2020, jadi masih sampai 2024  atau bahkan mungkin tidak ada batas waktu SAMPAI KEINGINAN MEREKA TERCAPAI. 

Maka jawabnya perang masih panjang !!! lalu apakah senjatanya virus covid?  Saya belum berani menjawab, perlu pendalaman. Bisa saja nya tools lainnya lagi yang mereka pakai, ada banyak ngak kita bisa tebak. Yang jelas, casualties at warnya atau korban perangnya bisa besar sampai negara-negara menyerah.

Target mereka? 200 juta pengangguran di seluruh dunia jangan jangan terjadi beneran. 2% dari polulasi terpapar yang di target 1 milyar manusia akan jadi korban jiwa melayang, bisa benar terjadi. Covid bisa mematikan 20 jutaan manusia jangan jangan terjadi beneran.

Thanos bener pikiran mereka itu!!! Jahat !!!

Kalau kita mikro kan ke indonesia maka angka  5 juta bisa terpapar dengan korban 150.000 jiwa melayang dalam kurun waktu 4 tahun kedepan bisa terjadi, wah ini sadis. Amit amit dan tidak boleh terjadi.

Saat ini dengan angka covid yang terpapar hampir 800 ribuan  saja sudah sangat mengerikan. Jangan sampai angka akan terpapar 2 juta manusia terjadi dalam tahun 2021. Ini mengerikan. 

Covid harus bisa di tangani segera, mungkin salah satunya dengan vitamin, makan atau minium suplemen yang mengandung oxidant tinggi di berikan gratis ke masyarakat,  juga farmasi kita produksi anti bodi di sebar gratis, juga vacccine gratis di percepat di perbanyak oleh pemerintah.

Urusan vaccine, saat ini semua negara melakukan hal yang sama, mengantri beli vaccine. Sayangnya, lama proses mendapatkannya.

Indonesia baru dapat jatah 30 jutaan. Amerika pesan 600 jutaan, unieropa pesan 1.3 milyar vaccine dan china pesan 3 milyar vaccine. Kecepatan memproduksi vacccine untuk 3-4 milyar manusia.

Dengan kapasitas 10 pabrik di dunia saat ini memproduksi vaccine full speed mudah mudahan  tercapai untuk memenuhi kebutuhan separuh dunia tersebut di tahun 2024. Kalau untuk 100% populasi dunia dengan full kapasitas produksi vaccine maka mungkin baru terpenuhi di tahun 2030. Masih panik sesungguhnya dunia.

Pilihannya menyerah pada maunya globalis kendali dunia pakai digital currency mereka, pakai digital teknologi mereka, atau dunia berantakan porak poranda sama seperti efek perang dunia militer, WW I dan WW II dulu.

Atau berstrategi seperti trump yang patriotis nasionalis yang terbukti gagal membendung globalis dan membuat dunia di kotak kotakan seperti sekarang kecuali nurut dengan maunya globalis.

Nurut maunya globalis. Indonesia jadi negara market. GDP nya di jebak di tengah antara 3500 – 6000 dolar perkapita. Tidak akan pernah lebih tinggi dan berdaulat menjadi juara negara pemenang di tahun 2030 juga di tahun 2045, 100 tahun indonesia emas. Buktinya sudah dalam 6 tahun ini GDP percapitanya segitu segitu aja. 

Covid dan trade war ini berefek ekonomi negatif bagi indonesianya  kalau nahkoda dan awal kapalnya tidak mahir mengendalikan perahu  di tengah badai. 

Solusi covid yang paling telak pengaruh buruknya kalau tidak di strategikan, sungguh bisa ambyar bernegaranya. Bener deh kita duduk bersama lagi benahi kelemahan penangan covidnya. Nakes sudah mati matian berjuang. 

Salah kelola covid bisa bisa akan “musnah” kita. Musnah bukan hilang tetapi menjadi tidak berdaulat, menjadi negara kalah. #peace

By: Mardigu WP

Related : INDONESIA TIDAK MELIHAT INI.