Mas, korupsi itu bagus kalau benar di manfaatkan untuk ekonomi, demikian awal dialog melalui telfon dengan sahabat saya yang sudah jauh senior namun sangat hobby belajar. Saat ini dia  sedang mengambil doktor ekonomi di missouri university.

Bulan lalu saya dikirimi olehnya buku baru karya Stephanie Kelton yang berjudul DEFICIT MYTH, yang baru saya baca separuh buku. Walau baru separuh, sepanjang membaca kepala saya berkesimpulan bahwa kalau ini di baca banyak anak muda maka bubrah ilmu ekonomi yang di ajarkan di kampus kampus ternama. Komentar saya ini buku berbahaya.


Mudah mudahan anak milenial dan gen Z  TIDAK MAU & JANGAN  baca buku ini. kalau baca nanti mereka menggulingkan yang tetua tetua di pejabat sekarang ini, wis pokoknya jangan baca. Biarlah anak muda itu tetap main tic toc, e-games dan sosmed an saja. Jangan jadi pinter!!

Kalau anak milenial baca buku ini, lalu nanti ketika menjadi pengelola negara di tahun 2024 di pakai, bisa bisa jadi negara super power indonesia di tahun 2045, dimana hal ini mempermalukan generasi tetua sekarang yang menjabat yang sudah 

di ingatkan, di sarankan untuk “ubah segalanya sekarang” agar 2030 jadi nomor satu indonesianya, tetapi tetap ngotot pakai cara lama yang belum terbukti jalan dengan baik.

Tapi saya yakin, anak muda milenial ngak akan baca buku buku beginian, saya juga yakin anak muda di bawah 40 tahun NGAK AKAN PUNYA BIJI untuk masuk kedalam pemerintahan, karena ngak berani melawan yang tua tua walau milenial semua tahu old system doesn’t work.

Saya yakin ngak akan berani anak mudanya. Kalaupun berani, strateginya mereka ngak punya, orang ngak pernah belajar bela negara. Memang secara sistemik anak muda inimemilih menerima dirinya  di bodohkan agar  memilih diam dan  menjadi mati angin seperti saat ini.  anak muda di buat INFERIOR sejak 20 tahun ini BY SYSTEM. 

saya yakin ngak punya cukup modal anak muda sekarang untuk menjadi pemimpin bangsa. Kalau pun punya pasti ngak bisa merapatkan barisan. kalaupun punya, pasti ngak bisa membangun organsisasi yang solid, masif, militan. Pastiii !!!

Buktinya sekarang hanya bisa koar koar di sosmed, sporadis tidak bersatu, tidak satu suara,  

juga ngak membangun struktur,  nggak membangun karya produktif, ngak membangun peacock effect. Jangan nanya lagi ya peacock effect itu apa? Baca tuh wikipedia!!!

Boro boro 2024  sekarang aja di tahun 2020 ini anak yang usia di bawah 40 tahun yang merupakan 60% populasi, pengen nguasai ekonomi saja belum tentu berani. Paling pol jualan jualan barang barang tiongkok di digital platform, di jualan barang asing  kesesama anak bangsa di marketplace yang juga punya saham terbesarnya milik asing dan aseng.

Mana berani atau mana mau jualan barang karya anak bangsa, keluar negeri gitu?!!!. Pasang produk anak bangsa di alibaba, pasang produk di amazon, pasang produk di zalora singapure deh.

Saya mengkritik keras begini karena saya walau pun cemen dan ndeso, saya punya SANTARA yang coba angkat UKM dengan kekuatan urun dana. Punya  DINARAN untuk menyaingi gopay dan sejenis walau masih merayap tapi ngak ngomong doang kayak buzzerp negeri seberang.

Juga tulisan kali ini bukan buat buzzer, tetapi buat kalian sahabat muda, saya tantang nyali anda untuk menjadikan nusantara di tahun 2024 menjadi negara besar dengan tenaga kalian, pikiran kalian, hati kalian.

Kalau kalian memang punya nyali untuk NKRI menjadi berdaulat, lakukan sekarang atau kalian kasih lagi kekuasaan kepada ytetua tetua seperti saya, yang kemungkinan besar memperkaya diri sendiri dan kelompok saya.

MUAK harusnya kalian dengan orang tua tua macam kami yang memang dididik agar taklik takut dengan tiongkok dan amerika dan membuat kalian TAK BERNYALI.

Sungguh kalau kalian ingin perubahan, perubahan harus konstitusional. Bangun diri anda dalam 2 tahun kedepan hingga tahun 2022, selama itu kalian bangun kekuatan ekonomi. Lalu tahun 2022 sampai 2024 kalian bangun kekuatan politik. Tahun 2024-2029 ambil dan kendalikan, itu tahun kalian. 

Bangsa ini bisa besar hanya jika di kelola mereka yang mengerti perkembangan jaman. Ribuan buku baru, pengetahun bagus terbukti sangat efektif jika di jalankan, TERSEDIA. Ilmu baru yang up to date siap kalian gunakan.

Kalau kalian berani, Tinggalkan keynsesian !!!   ini era POST KEYNESIAN. NGAK BERHUTANG lagi cara kelola negara.

Saya pesimis dan sudah patah arang dengan yang ada pada saat ini yang menjabat, bahwa mereka akan faham maksud dan ilmu post keynesian. Post keynesian kalau di jalankan sekarang indonesia menjadi terlalu maju dan berdaulat. Itu tidak boleh karena banyak “orang” yang ngak dapat jatah. 

Tidak siap tetua tetua itu kehilangan mata pencahariannya dan jabatannya yang dengan susah payah integritas di jual kalau perlu. Jangan lah di paksa mereka memakai post keynesian. Kasihan. 

Kalau post keynesian kalian jalan kan sekarang, bisa bubrah itu departemen-departemen sistem tua yang ada sekarang ini. Dan itu PASTI TIDAK DI MAUI oleh para tetua yang sudah mapan di sana.

Jadi biarlah mereka tetua ini menikmati “for one last chance”,  kita kasih kesempatan mereka membuktikan walaupun 1 tahun kemarin ini masih pontang panting tapi kita kasih kesempatan buat mereka, sak maunya mereka. Monggo buktikan diri anda wahai para tetua. Mau berapa lama 1 tahun? 2 tahun ? atau sampai 4 tahun lagi? Monggo.

Tapi kalian anak muda, kalian harus melihat kedepan. bangun ekonomi kalian, secepat cepatnya,bersama sama. Buatlah rencana besar, lalukan baby stepnya segera.

Kembali kepernyataan kurang ajar sahabat saya di awal.

Kok bisa korupsi ngak masalah, gila apa kamu, demikian saya nyolot.

Dia mengatakan, bener, secara moralitas dan spiritual korupsi itu pendosa, dan salah, namun sisi ekonomi khan melihatnya adalah kemanfaatan ekonomi untuk banyak orang, demikian dia mengawali argumennya yang di lanjutkan, kalau korupsi dipakai untuk foya foya, belanja hal produktif itu bisa berefek bagus untuk ekonomi.

Maksudmu? Saya masih nyolot.

Diapun melanjutkan menjawab, Sayang nya orang korupsi itu takut belanja belanja harta korupnya tadi tetapi, di simpen. Paling top 20% nya yang di belanjakan barang konsumtif, sisanya dia simpen karena takut ketahuan.

Atau taruh di luar negeri. Ketika mereka keluar negeri, wuihh, tinggal di rumah milik mereka, belanja barang mewah, kendaraan dan lain sebagainya.

Lalu balik ketanah air, disederhana sederhanakan gaya nya. di perlihatkan penampilan naif lugu. 

Padahal....

Jadi, kalau mereka para koruptor itu 100% memanfaatkan dananya DI DALAM NEGERI, apa lagi untuk investasi di sektor produktif, itu dana 11.000 triliun nya gila ekonomi indonesia majunya kayak apa!!!

Itulah saya katakan kalau “korupsi bagus” kalau di manfaatkan secara benar untuk ekonomi dalam negeri.

Yang parah, korupsi marak, duitnya hanya 10% di manfaatkan di dalam negeri, yang sisanya di simpan atau di bawa keluar negri, ambyaaar ekonomi negaranya. Sudah sektor swasta kering, proyek kering, duit di bawa keluar negeri atau di simpan sama koruptor.

Sungguh ini hanya sanepo, yang terbaik adalah dalam pemerintahan yang benar TIDAK ADA KORUPSI dan tidak ada BAGI BAGI JATAH dimana dana 11.000 triliun-nya di manfaatkan semua di dalam negeri, wis top markotop dah indonesia. #peace #dinaran

Related : Bossman dan Peacock Efect-nya.