Wah seru nih sahabat newmind informasi kali ini. Eh tapi ini bukan informasi laporan, ini fakta lapangan yang kita bisa lihat langsung. Untuk bukti, bagaimana kalau anda ada waktu pakai double masker, full disinfektan kita ke bandara sukarno hatta yuk. Saat ini, ketika PPKM dilaksanakan kita beramai ramai ke bandara sukarno hatta di atas jam 12 malam.


Ini syaratnya sekali lagi, di atas jam 12 malam. 

Disaat banyak dari warga sudah istirahat kita akan menyaksikan tumpukan oirang antara 300 smapai 500 an orang yang tidak bisa berbahasa indonesia ada di sana kebanyakan menuju sulawesi seperti menado, kendari, bisa juga langsung ke morowali dan lain sebagainya.

Ada  pertanyaan sederhana dari kaum newmind yang sederhana juga cara berfikirnya, mereka dapat izin dari siapa orang orang yang tidak bisa berbahasa indonesia tersebut, mereka dapat fasilitas apa, siapa yang memudahkan mereka tanpa karantina tanpa tes antigen, PCR dan lain sebagainya di wilayah indonesia yang mana nanatinya mereka naik pesawat komersial. 

Lalu  mereka bersama warga indonesia yang dengan ketat ikuti peraturtan vaksin, antigen, PCR akan satu pesawat selama minimum 2 jam kedepannya.

Ok. Maaf mungkin pertanyaannya terlalu panjang. 

Kita sederhanakan. Wahai  pak pejabat yang terhormat agar lebih sederhana dan mudah di pahami anda, kami yakin anda sangat sibuk urus pekerjaan anda sehingga kami harus berbahasa sederhana sesederhana kalian pejabat berfikir untuk kepentinag jabatan.

Kami mau bertanya : Mengapa ada banyak orang di masa pembatasan PPKM, orang ini orang asing tempat berasalnya virus yang tanpa karantina sebagaimana layaknya negara lain MELINDUNGI bangsa dan negaranya dari virus impor ini langsung dari  Tiongkok langsung transit dan menuju ke manado, morowali, kendari, tidak ada antigen, pcr sekali lagi untuk cek atau bahkan di karantina dnegan tangungan biaya merekj amasing masing atau bohirnya atau yang mengizinkan yang membiayai.

Eh maaf lupa yang mengizinkan pejabat nya yang mahakuasa, kalau dia yang membiayai pakai uang APBN, wah salah nih. Jangan,  jangan ke yang kasih izin minta biayanya. 

Yang membiayai yang memberinya pekerjaan. Kita minta biaya dari perusahaannya yang kasih kerjaan ke mereka yang tidak bisa berbahasa indonesia tersebut aja.

Eh sebentar sebentar...kok yang memberi pekerjaan nya tidak memberikan pekerjaan itu ke warga indonesia? kayaknya mereka yang hadir itu semua buruh kasar deh, bukan white collar yang manajer keatas.

Khan di wilayah smelter itu semua pekerjaan yang terbanyak adalah buruh kasar ya? , dimana rasanya jika di berikan pekerjaan ke warga indonesia di tambah belajar sedikit aja mereka diajari 3 bulan aja, pasti jadi mahir!!

Oh lupa, yang memebrikan izin bukan pejabat pejabat yang cinta tanah aor tetapi cinta cuan asing, dan sekali lagi untuk di lindungi dengan pasukan 

buzzerp. Untung pinter mereka dan punya budget buat bayar buzzer pencipta kebencian.

Oooh, satu lagi baru keinget,  ada pakai duit yuan di situ, harus di bayar ke warga tiongkok supaya yuannya ngak kemana mana. Jadi  negara indonesia dapat apa ya sebenernya?  sudah tanah airnya di keduk, duit ngak dapet, warganya ngak di bikin pinter, pekerjaannya ngak dapat, lalu kita dapat apa?

Oh lupa lagi, dapet kita, dapat tai, kecing sama pejunya orang orang yang bisa bahasa indonesia itu, mantap mantap. Khan bukan tanah air mereka, ngapain kasih cuan, kasih tai aja pantasnya!!

Selamat, sekali lagi selamat. 

Kalain menjabat karena di percaya, dan masih poanjang 3 tahun lagi, monggi silahkan berbuat semau kalian. 

Tapi ngomong ngomong hal begini, kita itu curhat kemana ya harusnya?!!! Ini laporan kesiapa tempat kita bertanya dan ada jawaban yang benar bukan jawaban NARASI BUZZERP yang kita dapat.

Atau bagaimana kalau kita tanya aja ke mereka mereka para calon presdien 2024 yang berjajar panjang, mereka bisa ngak ya berbuat sesuatu?  Atau setidaknya menunjukan kapasitas mereka calon pemimpin 2024. Eh lupa semuanya bagian dari pejabat pemerintahan pusat dan daerah yang menyetujui dan mendukung tenaga kerja warga asing.

Ya, jadi kemana dong nanyanya? Masak ke bossman lagi. Bossman kan wong bodo ngaku pinter.

Related : FASILITAS WARGA ASING.