Ketika kementrian pertahanan baru baru ini mengajukan anggaran  sejumlah 124.995.000.000  dolar, kita buletkan 125.000.000.000 atau mendekati angak 1700 triliun, sebuah angka yang lumayan besar yang membuat otak saya yang kecil menjadi hang, loading.

Sebentar, ini anggarannya untuk apa ya? Beli senjata atau bikinan dalam negeri nih? Grand plan pertahanan negara arahnya bedil bedilan atau model tiongkok, menaklukan negara lain tanpa bedil, SMART dan SOFT POWER, bukan HARD POWER.

Kita semua tahu, HARD POWER itu old mind, kuno, harus di kombinasi dengan soft dan smart power. Model tiongkok lah..beli pejabat negara lain, kasih pocket money, kasih pinjaman lunak. Di BANGUNKAN apapun yang sifatnya jangka panjang dan seakan penting di negara tersebut.

Mislnya nih ya,  negara tetangga kita banyak tuh pejabatnya yang  kena strategi smart powernya tiongkok, rakyatnya di nina bobokan dengan narasi, dan untuk negara kita pejabatnya NKRI garis lucu semua, hanya ketawain negara tetangga aja, seru ngelihatnya.

Bener deh, Kasihan anak cucu negara tetangga itu nantinya, ketika tidak ada narasi yang  dibangun untuk bisa menahan KEBENARAN kelak.

Kembali ke anggaran maha besar. Ketika kita mengetahui bahwa anggaran militer itu ternyata pakai hutangan, ini membuat lemes generasi new mind, lah nanti yang bayar siapa? Ini multi year loh nyicil hutanganya.

Bener deh, ini harus di pertanyakan bukan hanya “quo vadis depertemen pertahananan” juga menanyakan mau bangun militer 1700 triliun dengan ngutang segede  APBN indonesia dalam satu tahun itu kita BALIKNYA dapat apa?

Sekarang aja hutang sudah 6.500 triliun, di tambah BUMN yang minus buanyak, PLN, KAI, garuda serta banyak lagi yang angkanya bikin gemeter new mind, kalau old mind sih gak gemeter, karena memang mind setnya bisanya ngutang. Biasa itu ngutang!!!

Ok, kita yang bodo ini mau nanya, ini arah “militer indonesia” mau kemana ya? Kita tanya anggap 

semuanya anggaran beli alat utama sistem pertahanan alutsista. 

Ini kita mau  Defence bertahan, atas serangan dari negara mana? Apa bentuk seranganya mereka emangnya? Sehingga beli penagkisnya apa?

Ooo ok, kita mungkin mau menyerang.  Mau serang siapa? Wilayah mana mau di serang ditaklukan, papua new guinea, pasific selatan, australia, atau malaysia, atau kemana? Tiongkok mau kita taklukan mungkin? 

 Pakai apa penaklukannya? Apa yang di dapat dari serangan ke luar tersebut? Misalnya mau menaklukan tiongkok. Kita mau ambil Hartanya tiongkok? Cewek tiongkok? Atau mau ambil malaysia supaya kontrol selat malaka 100%?

Mau kemana kira kira boss?

Apa kita mau perang biologi, jadi bukan beli senjata berat tetapi bnangun senjata biologi, buat virus baru. Kalau ngak makan  gudeg pada mati. Virus ini yang kita akan sebar kedunia, buat orang panas dingin, sesak nafas, tetapi begitu MAKAN 

GUDEG sembuh.

Kita siapakan gudegnya, agen agen di semu anmegara kita kendalikan, BPOM di negar lain kita mainkan agar gudeg lulus BPOM mereka, dan makanan lain yang mirip mirip ngak dapat IZIN BPOM negara lain tersebut.

Kemudian, kita sebar lagi virus lain lagi, yang obat penagkalnya, rawon. Kemudian virus yang obat penangkatnya empek empek, nasi padang dan lain sebagainya.

Nah kalau perangnya begini saya dukung dah!!!

Atau kita beri HAARP, kita ubah cuaca, kita bikin di papua ada salju agar indonesia ada 4 musim di indonesia bagian timur. Di maluku, di nusa tengara, di papua ada salju. Bayangkan di maluku dan nusa tenggara ada salju ada pantai, beeeh..keren abis. Di papua akan ada banyak ski resor kayak di swiss, gila nih indonesia kerennya.

Sementara di indonesia bagian barat dan tengah seperti biasa, dua musim, eh lupa ada musim pilkada sama pilpres ya , sama musim duren , maaf ngak ke itung.

Tapi ini tapi loh ya, saya ini yang bodo ngaku pinter nan sontoloyo SELALU CURIGA kalau ada anggaran multi year sampai jabatan selesai masih ada kewajiban yang di tanggung renteng.

Begini maksudnya, di akhir masa jabatan presdien sebelum ini, ada juga lembaga yang last minute 2 tahun terakhir masa jabatan, beli alat alat multi years sampai 10 tahun kedepan, sehingga pejabat di presiden baru pak jokowi, peridoe satu depatemen itu anggarannya HANYA UNTUK MEMBAYARI UTANGAN dari kebijakjan multi year pejabat sebelumnya bahkan sampai sekarang masih nyicil sehinggga departemen itu kering sekarang.

Ini ngebayang aja, kalau kita beli “barang” dari luar negeri, komisinya di luar negeri loh ya. Komisi selalu di dapat dari penjual khan. Dan jarang loh, penjual NGAK NGASIH UANG TALI KASIH!!!

Jadi si pejabat perode lalu, BELI BELI dalam jumlah besar, komisinya di muka dong ya. Gede banget dong komisinya karena dealnya multi year. Lumayan, namanya juga sudah tidak akan menjabat  

lagi.

MULAI FAHAM KENAPA si sontoloyo ini berkerut kening urusan angraran besar multiyear yang di tanggung renteng sampai pejabat berikut berikutnya.

Yah, mudah mudahan analisa si bossman ini salah lagi, karena kayaknya amanah kok pejabatnya, calon presiden kemudian kok, pasti maha suci. #peace #dinaran


Related : Semoga Amanah Dan Dukung.