Kwartal kedua pertumbuhan negara  dikatakan naik 7%, sahabat tahu khan masyarakat kita sangat limit sekali pengetahuannya. Memang selama 20 tahun ini cara memimpin negaranya SEAKAN tidak meminteri rakyatnya tetapi membodohi rakyatnya.

Jadi data itu salah naik 7%?

Oh bukan salah, data itu benar 100% tetapi pemahaman masyarakat yang awam terutama PENGAGUM pejabat pejabat saat ini salah memahami arti naiknya 7% itu yang MEMANG DI GIRING ke arah tidak faham.

Demikian juga oposisi, itulah mengapa newmind TIDAK IMPRESS dengan oposisi, tidak mau gabung oposisi karena memang aneh dan ngak faham bernegara semua. Semuanya politikus, bukan negarawan, sisanya barisan pasukan yang dikatakan penjual agama yang kalah dengan mereka yang  pakai kampanye kebhinekaan yang didukung dengan cuan besar.

Begitu angka 7% kwartal 2 naik, oposisi bengong, ngak ngerti atau malah nuduh data tersebut hoax. Sementara pengagum pejabat mengatakan tuh 

naik!! Hebat pejabatnya!!

Sementara realita, tetangga seputaran dan orang jauh, sebelum PPKM sudah berat, sekarang lebih ngak muter lagi, nambah sekarat butuh oxigen. kok ngak ada yang naik?

Begini melihatnya, biar makin faham bahwa newmind mencoba memberikan pemahaman cara cerdas bernegara.

Naik 7% itu Year on year. Faham? Ngak ? ngak perduli?

Gini kita ilustrasikan, tahun lalu minus 1,9 persen, tahun ini minus 1,7%, naik dari minus 1,9 keminus 1,7 itu naik sekian persen. Betul khan? Ya betul naik nya gitu kita kira. Bukan dari 1.9% minus, lompat ke plus 7%, ya bukan begitu.

Jadi data tidak salah, Cuma demi populer, kayak artis deh gitu, ngak boleh terlihat jelek jadi di ambilah mengemas nya sisi positifnya, itu tidak salah. Yang salah pemahaman banyak orang yang terus di politisasi.

Mangkel deh 20 tahun ini ngak dewasa dewasa juga bernegaranya.

Lebih mangkel lagi kenapa setiap masalah pejabat yang di tugaskan dia lagi, dia lagi. Ini menujukan apa tidak ada yang mampu, atau dia tidak faham mengelola atau manejerialnya tidak faham. Atau gaya kepemimpinan yang menugaskan anak buah dan kalau anak buah salah anak buah di salahin anak buahnya karena tidak mampu.

Posisi ala menak, ala raja begini bukan leader yang baik kalaui di perusahaan. Seorang direktur, memanggil 5 manager di bawahnya, dan menugaskan. Masing masing untung membuat profit. Bayangin BUAT PROFIT, kalau menteri gak buat profit hanya menyelesaikan masalah non cash.

Lalu manajer tadi tidak ada yang menghasilkan profit. Direksi tadi marah marah. Kenapa target tidak tercapai? 

Manajernya balik lagi kerja, nambah runyam, bukannya ngak profit malah rugi. Direksinya nambah marah marah. Ketika laporan pemegang saham direksinya mengungkapkan kinerja manejernya.

Entah bagaimana mungkin karena share holdernya bukan orang pinter, mereka banayak yang setuju memang manajernya ngak bisa kerja, setuju dengan direksi. Di sisi share holeder, ada share holder minoritas yang menyatakan, bukan itu direkturnya yang tidak mengajari menajernya, tidak directed leader, tidak berpengalaman bisnis multinasional.

Eh malah ribut pemagang sahamnya, dan berusaha membeli saham milik minoritas dengan harga murah, di masukin investor lain, invesator asing, dan yang minat ada invesator dari tiongkok yang memang mitra dagang perusahaan tadi. 

Asudahlah, cape kita, kita balik tanya ke pokok awal tadi.

Lalu sektor mana yang naik? Sektor yang di pegang oligarki.  Yang memang hanya 3 % mereka itu tetapi mengendalikan 70% ekonomi. Wis ngerti yo ilustrasinya. Sudah sana berantem lagi. Newmind mah nonton aja. Abis kita dia nggep wong bodo, padahal? Bodo beneran #peace #santara #dinaran

Related : CERITA SEBUAH NEGERI KINCIR AIR.