Teringat awal 2020 pejabat indonesia becandain covid, ada yang mengatakan corona tidak mungkin masuk ke indonesia mereka akan mati karena panas cuaca, ada pejabat yang mengatakan gak mungkin bisa karena orang indonesia kebal karena makan nasi kucing, ada yang bilang ngak bisa masuk karena izinnya rumit, sampai yang terakhir di gedung DPR tertulis di spanduk “covid dilarang masuk”, lu kate covid bisa baca?!!!

Intinya, melecehkan dan menganggap sepele di awal, mengakibatkan apa yang terjadi saat ini, ambyar kesehatan dan ekonomi negara level bawah dan tengah kecuali yang dapat anggaran dan oligarki. Masih mengangap benar kelola an bernegaranya? Ya monggo kowe sing njabat, sak karepmulah!

Sekarang varian kedua delta meraja lela menjadi gelombang kedua mengganas eh mulai di salahkan rakyatnya ngak kuat sama PPKM aja ngeluh apa lagi lockdown. Kok ngene sampeyan bernegaranya cak?!! Kok nuduh rakyat

Bentar, jangan jangan kalau di lockdown 100% dengan darurat militer plus di kasih cuan, selama 14 hari langsung reda covidnya ketimbang di PPKM 

kan, dimana 80% manusia masih pada ngider – ngider bingung sih tepatnya, covid jadi tetap merajalela karena ikut bergerak juga mengikuti cangkangnya.

Sudah lah, pokoknya gak ad alock down adanya PSBB, lalu PPKM, lalu nanti yang muncul singkatan apa lagi strateginya ya terserah. Lalu lagi sibuk vaksin sana sini, tau tau ada strain mutasi baru, lambda...jrengg kaget lagi!!!

Dikatakan lambda ini anti vaksin, kebal vaksin. Apa yang terjadi sih?  vaksin sama virus pinter pinteran, sakti saktian, punya jurus di atas jurus.

Karena bernegaranya punya gaya sendiri, ngak mau denger ilmu selain ilmu orang sekitar istana maka ya gakpapa juga kita memberi solusi lewat sosmed.  kita ingatkan versi lain.  pernah kita beri solusi : pakai  gelang hijau, dan darurat militer , gak di gubris. Memang sih, sudah pasti ide kita di lepeh, yo wis, rapopo.

Kalau buat simulasi alternatif2 lain? Pemerintah buat ngak? Skenario A, B, C, D dan lain sebagainya?

Sungguh loh, ini semua harusnya ada banyak alternatif yang kita buat solusi dengan banyak skenario. Ada skenario perang dunia invisible war, skenario plandemi untuk tujuan politik, atau pandemi biasa.

O lupa, selama hampir 2 tahun ini, masih keukeuh covid ini pandemi biasa, bukan ada skenario konspirasi dan bisa selesai pakai vaksin. Dan pendapat itu di pegang kokoh, ngotot banget covid pandemi biasa dan selesai dengan vaksin, itu keputusan maha benar.

Kalau kita newmind punya banyak alternative berfikir dan skenario bertindak. Beda dengan oldmind.

Kalau ini adalah perang dunia, kita harus segera memutuskan ambil posisi dengan siapa kita berteman.  Dengan nazi atau dengan sekutu kalau ala perang dunia kedua. Kalau ini plandemi biological war sama globalis maka kita juga harus lobby internasional dengan big pharmasi.

Kalau ini plandemi dengan tujuan politik, kita pepet lawan nya musuh kita. Itu dari sisi hulu, biang masalah.

Kalau dari sudut plandemi globalis yang terus menginginkan kendali kesehatan, maka apa yang terjadi kalau vaksin sudah 100% populasi, pandemi covid ternyata  tidak hilang juga? Beli vaksin lagi?

Lama ini sudah kita pertanyanya, namun pejabat bilang, TIDAK MUNGKIN, pasti hilang dnegan vaksin. Iya,faham kalau tidak selesai? Ya ngak di jawab, lalu di bilang kita ngeyel.

Ok, newmind bagaimana? Punya skenario skenario lah!!!

Skenario kalau covid tidak bisa selesai oleh vaksin. Cara berhitung sederhana, kalau terpapar 20.000 perhari maka sebulan 600.000, setahun 7 jutaan. Saat ini 3,5 jutaan alias total sampai akhir tahun 2022 bisa terpapar 15 jutaan dan itu baru 5-10% an populasi, dimana kalau ternyata vaksin tidak menyelesaikan penyebaran covid maka 7 tahun baru covid hilang dari bumi nusantara. Karena untuk herd imunitas harus 70% terpapar.

Newmind agar tidak bertele tele solusi kesehatannya di tambah memfokuskan pakai imunoterapi, imunomodulator, stemcell, dendritic cell, muktivitamin booster, dan sejenisnya selain vaksin yang ada. Pakai printing money supaya stoknya siap di akhir tahun 2021. 

Kita tambah skenario, apa yang terjadi kalau setiap 3 bulan varian baru di luncurkan, lambda yang terbaru misalnya yang sudah di luncurkan dan  sudah terdeteksi di 26 negara terpapar. Malaysia nol kasus tetapi sudah panik sejak bulan lalu, persiapan macam macam di lakukan.

Karena yang lambda ini kebal terhadap vaksin. Imunitas tubuh manusia yang bisa menyelamatkan diri sendiri di kasih booster. Kalau pejabat sekarang tahu gak ya tentang lambda, tetha, upsilon yang bakal muncuul,  tahu apa ngak juga kita ngak tahu, punya rencana apa menanganinya juga ngak tahu, atau...nah ini, atau ngak percaya bakal ada lambda, upsilon, tetha seperti awal tahun 2020 kemarin. Ya monggo.

Jadi, kalau vaksin tidak menyelesaikan masalah, 

di tambah varian baru yang lebih kuat muncul. Mau PPKM karet berapa lagi? Karet 4 seperti sekarang bisa jebol, mau karet 10?!!! Pedes banget yak!

Masih belum nyadar juga ya bahwa solusi selama hampir 2 tahun ini belum terlalu tepat, setidak tepat nya  selalu ber-hutang untuk hal yang tidak produktif di dalam bernegara. Ayolah melobby globalis. Bisa khan? Ngerti? Cuma nanya, jangan marah dong boss, aku yo ora paham, Cuma Kasihan rakyatnya. #peace

Related : JANGAN DI KIRA DELTA VARIAN TERAKHIR LALU SELESAI MASALAH COVID.