Bro, seroprevalence amerika sudah di atas 49%, gila banget ni negara. informasi ini datang dari seorang  sahabat yang 10 tahun terakhir mengajar di sebuah kampus ekonomi di sisi timur amerika. 

Dialah yang mengajari bossman tentang MMT, beliau juga sahabat stephani kelton pejuang konsep ekonomi modern, MMT. Di mana konsep MMT ini di pakai amerika namun yang di ajarkan di kampus beda dengan yang amerika pakai, MMT juga di pakai di tiongkok, jepang, german , inggris dan saat ini turkey serta argentina mengadopsinya.


Untuk indonesia, tenang kalau newmind jadi pegang kendali pasti pakai MMT. Pada sabar ya? Dan terus berjuang memintarkan masyarakat. Lihat ilmunya, fokus di ilmunya, jangan fokus di populer orangnya. Karena kebanyakan mereka yang ingin menari di panggung politik fokusnya  membuat populer saja seperti para calon calon saat ini. mencari populer tanpa punya konsep bernegara.

Kembali ke informasi sepotong di atas.  Pertanyaan di kepala saya selanjutnya adalah, apa an tuh seroprevalence?, sehingga saya pun bertanya kepadanya.

Seroprevalensi adalah jumlah individu dalam suatu populasi yang menujukan hasil positif baik untuk penyakit tertentu berdasarkan specimen serolog- serum darah.

Jadi menurut sahabat saya itu, di amerika kekebalan tubuh imunitas terhadap covid lebih dari 49.1% populasi. Dan ini hebat, di tambah yang telah berhasil di vaksin 13.7% maka amerika saat ini sudah mendekati herd imunity. Ya terang aja nonton final NBA kemarin ngak ada yang pake masker lagi. 

Kenapa hebat? karena mayoritas kekebalan di dapat dari alami, NATURAL HERD IMUNITY. 

Ngak heran dalam diskusi di clubhouse elon musk mengatakan “UNVACCINE SPERM 50 years from now are more preciuous than GOLD” yang arti harafiahnya, sperma manusia yang tidak di vaccine lebih bernilai tinggi di banding harga emas 50 tahun lagi.

Ok ok, Wis, jangan di percaya omongan elon musk, itu hanya omongan manusia opurtunis sing bener pejabat saat ini, maha bener, kita harus 

dukung terus, demi utuh NKRI. Sampai masanya newmind tiba. Sing sabar ya.

Kalau pendemi corona adalah bencana alam natural disaster maka sesungguhnya kesembuhan alami adalah herd imunity natural juga untuk mengalahkannya, sungguh strategi yang  terbaik dari alam oleh alam.

Kalau  covid adalah man made disater ada dua strateginya, nego dengan yang mengendalikanya dan ikuti maunya mereka, atau tantang mereka, tantang perang puputan, perang sampai mati. Pakai vaksin snediri pakai imunoterapi, pokoknya jangan pakai vaksin asing aja!! Wani ora? Kalau ngak berani ya seperti saat ini ikuti protocol globalis.

Dilanjut oleh teman saya tadi, jadi kalau amerika pakai vaksin mengatasi herd imunitas secara  mayoritas itu hoax, bener pakai vaccine tetapi minor, hanya 20 % an yang 60 %an nantinya alami. Amerika pakai natural imunitas  terbanyaknya.

Lalu saya bertanya, tiongkok yang menangani covid pakai vaksin ya?.

Di jawab olehnya, belum tentu!!!

Tiongkok itu rezim komunis,  ngak ada transparansi dan akuntabilitas bagi siapapun dari luar negeri bisa mengakses kebenaran informasi yang tiongkok berikan. Siapa yang bisa memverifikasi berita kalau SOCIETY DI BUNGKAM disana?!!. Banyak ahli ahli luar tiongkok mau fact finding masuk ke tiongkok, gak bisa, di tolak beijing.

Sebaiknya kita tidak consider data tiongkok sebagai data utama, semua data dari tiongkok itu dari pusat partai komunis, semuanya di alterate di ubah suai untuk kepentingan propaganda yang menguntungkan tiongkok.

Bisa saja ternyata di tiongkok juga pakai natural herd imunity. Namun di propagandakanya pakai vaksin. Tahunya,  tiongkok menyehatkan warganya dengan multi vitamin dan mineral, sementara vaksin di ekpor keluar sebagai dagangan internasional, jadi tiongkok  kayak amerika juga 60% pakai natural herd imunitas, 20 % vaksin, siapa yang tahu???!!!!

Banyak negara yang tergocek globalis cabal agar pakai vaksin mayoritas,  yang natural imunitas gak boleh. Memang tidak deadly atau mematikan mengunakan vaksin itu. Vaksin faktanya memang mengurangi fatalities kematian, tetapi sisi lain kita ya jadi korban ekonomi, jadi miskin!!!  kita jadi buyer beliin vaksin terus. Ya semoga salah lagi data dari tiongkok dan globalis kali ini tetapi data seroprevalence yang dari amerika mah bener. #peace #dinaran.


Related : KAPAN INDONESIA BERDAULAT KALAU OLDMIND BELUM SADAR.