Kembali ke emas sebagai penyangga nilai barang adalah keharusan yang tidak bisa di tunda lagi. Sahabat semua pasti sudah terinform, kalau kita ingin menjadi negara besar, menjadi negara super power, maka harus dapat di pastikan nilai mata uang Indonesia harus solid.

Tidak ada yang tersolid mata uang kita selain menggunakan underlaying atau back by gold.

Bahkan, ide gila si bossman adalah membuat gold aja sekalian sebagai alat tukar, tidak perlu pakai mata uang lagi. 

Inilah mengapa sebagai penganut new economic model, kita sudah membangun aplikasi portable gold exchange atau alat penukar emas otomatis bernama dinaran. Sahabat awalnya dinaran hanyalah alat jual beli emas, sama dengan 20 perusahaan reseller emas lainya. Tujuannya agar terjadi pembiasaan atas transaksi jual beli emas menggunakan digital.

Kemudian dengan custodian emas kita menerima titipan emas tersebut bekerja sama dengan bank, lalu dengan sistem digital tersebut masyarakat bisa 

mengunakan rupiah yang di titipkan atau emas yang di titipkan sebagai alat bayar rupiahnya atu bisa di kirimkan kesesama akun untuk gramnasi emasnya kepada sesama pengguna dinaran. 

Dengan menjadi tempat penitipan atau custodian, baik rupiah ataupun emas fisiknya. Rupiah di berikan kartu atm selain bisa trasnfer ke manapun, fisiknya selama ini di kirim keseluruh Indonesia kalau di butuhkan fisiknya.

Kalau di titipkan ke custodian dinaran maka rupiah bisa menjadi alat bayar dan bisa ambil di atm, dan emasnnya bisa jadi alat tukar.

Menukar barang dengan gramasi emas. Sistem ini lah keunggulan dinaran. Yaitu fitur BERI EMASNYA. Dan sebentar lagi akan hadir ATM GOLD dimana di atm tersebut anda bisa ambil fisiknya setiap saat.

Ini revolusi. Ketika semua merchant mulai menerima emas sebagai alat tukar maka dunia berubah, telak. Namun kita tahu sampai nanti newmind mendapatkan mandatnya maka sistem transaski emas sebagai alat tukar belum bisa kerja penuh, kita harus bersabar.

Indonesia akan menjadi penguasa dunia pertukaran emas ketika newmind mulai berkuasa. Di tahun 2025 kita akan punya 2 sistem pembayaran rupiah dan pertukaran emas. Emas ibarat reminbi beredar di dalam negeri, rupiah seperti yuan beredar di luar negari.

Dan ketika di gunakan jaminan negara cadangan deposit emas yang di gunung sebagai underlayingnya maka e-gold adalah printing money tercanggih di dunia yang tidak ada satu negarapun yang mempunyai karena tidak ada cadangan deposit emas sebanyak indonesia.

Dinaran, waktu itu akan di wakafkan untuk negara. Menjadi instrumen negara 100%. Bank indonesia yang di bawah kementrian keuangan akan punya nusantara metal bank, sebagai underlaying sistem gold transaksi. Ya masih ngimpi sih sekarang tetapi 280.000 pelanggan dinaran sudah faham apa manfaatnya, di tahun 2025 mudah mudahan sudah 280 juta nasabnyanya yang semua untuk negara. #PEACE

Related : CINTA TANAH AIR, ASET BOSSMAN DI SERAHKAN KE NEGARA.