Pajangan billboard sepanjang jalan selama dua bulan ini menghiasi pemandangan keindahan sebuah wilayah terasa ada tambahan sambal yang kepedesan. Waktu satu dua gambar berada di sebuah wilayah sih oke, tetapi ketika ribuan gambar berwajah tokoh warna merah dan kuning di mana-mana sepanjang jalan kok jadi pedes banget mata ini jadinya. 

Billboard merah dan kuning bertebaran dan yang  pastinya yang warna merah lebih banyak. Bagi pakar komunikasi publik, kita faham. Mereka ditugaskan memperkenalkan JAGO mereka ke publik. Pertama memperkenalkan dulu. Baru setelah itu dibangun CITRANYA. Itu tahapan nomor dua.

Begini deh, biar masyarakat faham bagaimana cara membuat OTAK ANDA diubah belief sistemnya semua itu ada ilmunya. Awalnya Anda mungkin tidak kenal dengan orang dipajang ini, lalu dikenalkan, lalu di UBAH CITRA nya agar Anda suka.

Otak kita memang mudah diubah sesuai dengan maunya pemrogram,selama ada hal kunci yang dikerjakan yaitu PENGULANGAN. Diperbanyak dan diulang-ulang.

Ingat kata kata Hitler:  CREATE A BIG LIE, REPEATED, EVENTUALY THEY WILL BELIEF - CIPTAKAN SEBUAH KEBOHONGAN BESAR, ULANG ULANGI, PADA AKHIRNYA MEREKA AKAN PERCAYA.

Pengulangan itu kuncinya. Jadi, semua ini ada rumusnya dan hal ini bisa di pakai diproduk sahabat atau di personal branding ketika Anda ingin MENJUAL diri Anda untuk apapun tujuannya, salah satunya ingin jadi presiden.

Rumus dasar promosi CHANGING BELIEF itu ada 4 step, dimana pikiran manusia yang ditarget tadinya agar berubah sesuai tujuan pemrograman. 

1. Unaware atau tidak kenal

2. Aware menjadi tahu - knowingness3. Likebilitas – kesukaan

4. Trust atau percaya.

Catatan penting : TRUST  adalah kunci pemilih akan mencoblos. Dan inilah hasil akhir yang di harapkan.

Kembali ke cara jualan. Billboard bisa sekali membuat level 1 ke level 2, dan itu mudah, no issue 

Seni-nya adalah dari nomor 2 ke nomor 3. Membuat orang yang TAHU tadi menjadi SUKA ini nggak gampang karena perlu PENGULANGAN. Suka itu masalah image, citra diri, dan di sini tim kampanye akan segera membuat program berikutnya.

Setelah suka bukan berarti langsung dipilih, namun ketika trust di dapat atau kepercayaan didapat barulah orang memilihnya. Sekali lagi, inilah yang jadi hasil akhir dimana otak Anda yang di target itu ya HARUS PERCAYA. Dapat  kita lihat sekarang, semua yang memajang dirinya agar keterkenalan-nya atau knowingness nya tinggi, bisakah dibarengi dengan tingginya nilai KESUKAAN.

Bagaimana caranya? Kita lihat cara kerja tim kampanye yang akan mem-framing rakyat. Rasanya sulit kalau hanya narasi, harus pakai karya.

Kalau prestasi dengan award atau penghargaan itu sudah kuno, dapat gelar ini itu juga cara lama, sulit menaikkan KESUKAAN dengan cara-cara seperti itu sekarang, anak generasi IG dan anak generasi tiktok beda.

Tapi bener deh, saya menduga dulu alias 

beberapa tahun lalu bahwa di tahun 2024 orang yang menang di digital dunia maya, peluangnya besar untuk di kenal dan di sukai. Namun fakta menarik, karena ekonomi tidak tumbuh seperti janji kampanye, maka dunia maya hanya bisa mencapai 80% populasi urban atau orang kota dan hanya menjangkau 36% pedesaan daerah rural.

Alias kalau di total 55% manusia belum terjamah informasi melalui sosial media.

Dalam 5 tahun dari 2019, sekitar tahun 2024, kalau ekonomi maju seperti TARGET PEJABAT NEGARA, maka di perkotaan bisa 100% manusia perkotaan terjangkau dan 70% daerah rural area pedesaan dan pelosok mencapai 70%. Faktanya tidak tercapai.

Maka spanduk, baliho, billboard masih jadi pilihan untuk membuat no 1, 2, dalam strategi pengenalan calon. 

Tapi..3 tahun itu masih lama, bahkan orang yang di sukai pada saat ini, dalam 3 tahun lagi bisa saja ORANG BARU YANG MUNCUL LANGSUNG LEBIH 

DISUKAI banyak orang.

Sahabat semua, di sini kita mengingatkan, bersiaplah dengan PENGULANGAN - PENGULANGAN CITRA POSITIF para petarung di 2024 yang memang sedang mencari popularisme. 

Semoga Anda tetap dalam keadaan sadar bernegara yang berdaulat tidak seperti 20 tahun terakhir ini bernegaranya yang miring sana sini.

Walau pengulangan tadi masif terprogram terstruktur, selama Anda di bekali akal sehat, ya tetap bisa memilih yang akan membawa indonesia 2045 menjadi negara super power , bukan jadi negara budak seperti selama ini.

Kita tetap menantang mereka yang akan manggung dengan konsep bernegaranya seperti bagaimana proritas luar negerinya,  UKM nya, kesehatan masyarakatnya, kekuatan penggentarnya, tegas dengan orang korupsi sampai hukum mati,hukum mati bandar narkoba dan bagaimana agar pemerataan pendapat masyarakat dengan oligarki di berangus, ada nyali nya nggak?

Masak hanya ada 1 orang bossman aja yang tersedia yaitu putinnya Indonesia yang kayaknya sih lengkap konsepnya. Ya gak penteslah orang bodo ngaku pinter itu ikut menari di 2024 !!!. #peace

Related : PUTIN NYA INDONESIA.