Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencari Sila Ke 5

Ketika IBC indonesia Battery company, anak usaha berbagai sinergy BUMN akan membeli perusahaan mobil listrik jerman streetscooter seharga 170 juta dolar pikiran manusia normal punya hati NKRI garis lucu langsung mikir keras, ini ada apa? Apa urgensinya? Apa benefitnya buat rakyat? 

Banyak sudut pandang melihat hal ini sebagai “sebuah kejanggalan”, namun di pastikan lebih banyak yang TIDAK FAHAM what going on, apa udang di balik batunya.

Murni bisnis, atau pesanan, atau ada agenda pribadi atau memang buat NKRI? Bagaimana mengukurnya?

Sebagaimana sejak awal, di dalam video narasi bossman yang membahas cara cerdas bernegara maka kita di harapkan memahami how the world work dan who run the world, bagaimana dunia ini berjalan/bekerja dan siapa pengendali dunia.

Dunia berjalan saat ini kalau di rangkum adalah menjadi dunia kapitalis alias yang punya kapital yang MENJALANKAN DUNIA. 

Kaum kapitalis elitis itu ada di top 1% piramida kekuasaan, dengan negara atau sebuah pemerintahan menjadi salah satu toolnya mereka, selain mendominasi produk dan sistem ekonomi. 

Kita lebih dalam lagi pembahasannya. Di dalam wilayah indonesia kita harus memahami how indonesia’s work  cara “bekerjanya” pemerintahan di indonesia dan who run indonesia, siapa yang “menjalankan atau mengendalikan” indonesia.

Cara bekerja pemeritahnya : untuk rakyat kah? Untuk golongan atau kelompok kah? Untuk partai dan politikus kah? Untuk UKM kah? Untuk menjadi negara super power kah? Untuk selalu pegang kendali pemerintahan dan jabatankah? Untuk kepentingan asing kah?  Apa pun itu kita harus simpulkan.

Lalu siapa yang menjalankannya? Yang paling mempengaruhi kebijakan ? yang menentukan arah pemerintah dan jalannya negara siapa?, yang mengarsiteki bangunan bernegara siapa? 

Sistem negara atau individu atau kelompok kah yang menjalankanya? Pakai strategi meritokrasi dimana yang menjabat orang berprestasi atau pakai nepotisme dan kolusi kelompok serta kepentingan keluarga yang menjalankan pemerintahannya?

Kita renungkan kembali dua pertanyaan di awal, siapa yang menjalankan indonesia dan bagaimana kerjanya sudah bisa di jawabkah?

Kita melihat kepentingan yang lebih besar yaitu survival of the nation dan nation interest indonesia saat ini. apakah akan membuat indonesia menjadi negara super power? Apakah membuat indonesia menjadi berdaulat? Daulat pangan artinya indonesia swadaya pangan tidak impor, daukat energi artinya indonesia swadaya energi tidak impor, indonesia daulat maritim artinya wilayah laut indonesia di kuasai penuh kemanfaatnya untuk indonesia baik JALUR MARITIM yang di pakai asing di pajaki dan hasil laut 100% oleh indonesia untuk indonesia.

Indonesia daulat keuangan alias memiliki kecukupan dana untuk membangun negara tanpa pinjaman. Indonesia daulat kesehatan, swadaya sumber kesehatan dan pengobatan, indonesia berdaulat teknologi, daulat pertahanan dan keamanan?

Apakah selama ini kedaulatan semua sudah tercapai atau semua masih ada unsur asing, impor dan hutang?

Apa kerja kalian 7 tahun ini sih? Apa kerja kalian 20 tahun terakhir ini sih? Mengapa masih hutang, mengapa masih impor, mengapa sumber daya alam masih di keduk pakai asing?

Lalu kalian minta 20 tahun kedepan lagi dengan calon calon yang ada calon penguasa ADALAH DARI KELOMPOK kalian? 

Semua kandidat rasanya belum mewakili indonesia berdaulat, indonesia menang, indonesia super power, indonesia global player!!!! Duh maaf jadi melenceng ke politik nih. Kembali ke topik. 

BUMN mengapa menjadi oligarki sih? Ini yang who run indonesia arahnya kok ke arah kepentingan kelompok? Dan how indonesia worknya makin jelas arahnya bukan buat rakyat. Duh kok yuang di pucuk tertinggi ngak ngeh juga ya, arah kapal melenceng jauh dari tujuan keadilan sosial untuk rakyat. Hilang nih sila ke 5 dari pancasila jadinya #peace