Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

INDONESIA MAH PINTER PEJABATNYA

Ketika berita dari India ini menyebar, sebenarnya ada banyak pelajaran bernegara yang bisa kita ambil hikmahnya.

Salah satunya, mengapa masih membangun dengan hutang dan minusnya APBN state budget di cover pakai hutangan.


Ok, kita jelaskan kalau pejabat keuangan mengatakan – dalam pertahanan argumennya- bahwa hutang amerika lebih besar dari hutang Indonesia, hutang jepang lebih besar dari hutang Indonesia.

Kalimat itu salah? Tidak. Itu adalah fakta. Yang jadi masalah banyak masyarakat tidak faham dunia keuangan , maka kalau dilihat secara angka maka hutang amerika ribuan kali dari hutang Indonesia ya bener. Tapi..... sekali lagi, tapiiii

Hutang amerika itu pake dolar, mata uangnya sendiri.

Hutang jepang terbesar ialah hutang ke lembaga keuangan mereka sendiri, obligasi pemerintah 

jepang – goverment bond, lembaga asuransi jepang, dan lain sebagainya alias hutang mereka terbesar dalam bentuk YEN. Sementara hutang Indonesia pakai MATA UANG ASING!!!

Inilah kenapa kita harusnya mengubah cara bernegaranya di dalam nomenklatur keuangan negara. BI bukan lembaga tertinggi penerbit uang. Saat ini masak pemerintah ngutang ke bI jadi kesannya negara kurang uang. Sahabat, negara tidak pernah kekurangan rupiah !!!

Harusnya BI yang minjam ke negara , jadi bukan surat hutang negara namanya tetapi surat hutang pemerintah atau goverment bond . kalau sekarang negara ngutang ke BI coba banyangkan. Kok negara ngutang sih, negara itu kaya!!!!

Ok lah, itu nanti kita detailkan pada saat newmind pegang mandat. Kembali ke pemikiran negara harus ngutang  jika 

APBN minus juga dalam membangun harus berhutang seperti yang kantor berita India laporkan. Kita berikan ilustrasinya pakai bahasa sederhana, bahasa bisnis sehari hari dari pengalaman pribadi. tujuannya agar sahabat mengerti banyak sudut memahami bagaimana berhutang, mengapa di otak pejabat negara hutang itu penting, dan lain sebagainya dalam sebuah serial pembahasan.

Dalam laporan media banyak ghost town di Tiongkok. Apa itu kota hantu? Kota atau gedung ratusan yang di bangun namun tidak ada isinya.  Tiongkok memang membangun apapun melebihi apa yang di butuhkan atau dalam bahasa umum overinvestment. Namun hal itu memang di sengaja.

Kita jelaskan sederhananya. Mereka membangun rumah, pabrik besar besaran. Dananya ada yang pakai printing money ada yang pakai pinjaman asing.

Kita bicarakan yang pakai dana asing yang setiap bulan harus nyicil. Ketika sudah setengahnya, maka tiongkok harus mencari negara lain untuk di buang asetnya ke negara lain tadi sehingga hutang mereka bukan menjaminkan aset di tiongkok tetapi aset di negara lain. 

Masih belum faham? Kita teruskan.

Katakan, tiongkok pinjam dolar Amerika dengan jaminan proyek mereka di Tiongkok. Mereka perlu dolar karena doilar mata uang multicurrency yang berlaku di 97% negara di dunia dan menjadi alat nayar 70% transaksi dunia.

Cara mengambil dolar adalah dengan meminjam dolar dan menjaminkan aset negara misalnya preumahan yang jumlahnya ribuan tower itu. Di sini dolar masuk ke tingkok, membuat devisa Tiongkok naik.

Lalu, Tiongkok membangun. Setelah membangun di dalam Tiongkok, Tiongkok yang asetnya ke kunci tadi, harus membangun di negara lain. Sekali lagi HARUS MEMBANGUN. Nah karena itu Tiongkok punya  3 cara untuk menaklukan sebuah negara yang telah bossman ulangi berkali kali.

Setelah takluk maka negara yang pejabatnya  terbeli, medianya terbeli dan politiknya terbeli mulai di kendalikan.

Di suruh membangun. Di bangunin tepatnya, dan untuk proyek mana pun, HARUS BAYAR PAKAI DOLAR AMERIKA. Ini sebagai modal mereka bayar hutang dolar dan memenuhi kebutuhan dolar tiongkok. Negara tersebut bahkan HARUS  OVERINVESTMENT. Katakanlah negara tersebut Papua new guenea. Jalan tol, jembatan,rel kereta pai keliling papua new guenea tiga lapis kalau perlu,  pelabuhan udara, pelabuhan laut, kota, pusat industri dan ekonomi, bahkan  ibukota kalau perlu di bangun baru.

Jaminan dari negara Papua new guenea itulah aset yang sesungguhnya menjadi jaminan terhadap dolar pinjaman yang Tiongkok awalnya meminjam dari Amerika atau negara lain.

Jadi kalau di ringkas, printing money proyek negara yang mengertjakan BUMN Tiongkok. 

Pinjaman dana dari luar negeri juga BUMN Tiongkok yang mengerjakannya, dimana BUMN tiongkok tadi juga harus yang membangun di negara jajahan ekonomi tiongkok tadi juga.

Dimana dolar masuk dari 2 arah, dari pinjaman amerika, dari cicilan bayaran negara jajahan tiongkok. Aset pinjaman tiongkok bukan lagi aset di negara tiongkok, tetapi aset di negera lain. ITU NAMANYA EXPORT DEBT. Itulah jagonya tiongkok yang ngerjain negara tidak berdaulat yang pejabatnya bermental cuan yang terbeli. Tapi pasti bukan indonesia hak itu, pada  pinter pejabatnya.  #peace