Melihat negara dan kelolaan pemimpinnya itu mudah.

Lihat indikasi dasar saja pertama adalah pendapatan perkapita,  penyaluran dana pinjaman atau investasi naiknya harus di atas 15% dari tahun sebelumnya dan pendapatan negara dari pajak berbading dengan anggaran belanja atau keluaran biaya negara.

Itulah raport selama menjabat.


Melihat pemimpin juga gampang, coba mendengar apa yang di katakannya, bagaimana dia mengatakannya dan memilihat apa  perbuatannya.

Sebentar lagi kita akan kombinasikan dengan fakta data angka,  gabungan dari raport pejabat dan perilakunya.

Sungguh melihat pejabat itu bukan berapa banyak award atau medali dari lembaga lembaga lokal ataupun lembaga dunia yang di perolehnya.

Itu semua BISA DI BELI. Sungguh semua lembaga pemberi award adalah lembaga cari cuan. Ada harganya AWARD  AWARD itu.

Kita kepelajaran dasar bernegara. Nah ini saya paling senang menjelaskannya karena tahu semua kandidat 2024 tidak ada yang terlalu faham hal ini, 

kebanyakan mereka saat ini adalah ingin populer dengan sebanyak banyaknya nampang di media.

Bernegara itu dalam bertindak ada 2 aliran  besar, yaitu LIBERAL dan disisi seberangnya ada KONSERVATIF.

KONSERVATIF lebih compasionate, ehmm wis nggak tak terjemahin ya, sesekali gitu loh biar pada nengok wikipedia.

Sementara  LIBERAL  lebih memilih safety dan security.

Kaum konservatif  biasanya sangat perduli dengan SOCIAL SAFETY NET. Jaring pengaman sosial. 

Gini deh gini, kita ini kalau di kasih pelajaran di contohkan model pelajaran di kampus kayaknya pada pecah semua otaknya, kita sederhanakan menjelaskan LIBERAL vs KONSERVATIF.

BAYANGKAN ada sebuah bangunan mainan di tangan anda, semacam lego deh!

Konservatif  itu FLOOR nya lantainya tebal, itulah social safety netnya  tebal. Kalau  liberal  lebih pro swasta makanya floor nya tipis, urusan kesejahteraan karyawan atau keluarga urusan swasta.  

Itu melihat lantai rumah dari sisi pandang liberal dan konservatif. Lalu dari sisi TEMBOK PAGAR.

Liberal temboknya rendah terbuka, kalau konservatif itu tembok pagarnya tinggi. 

Artinya tembok pagar rendah, asing boleh masuk, globalis masuk, tenaga kerja asing, uang asing, impor bebas sementara kalau  tembok pagar tinggi, semua asing di batasi, sangat nasionalis mereka. 

Kemudian dari sisi bangunan , langit langit atau ceiling, kaum liberal cielingnya rendah, kaum konservatif cielingnya tinggi.

Gajih kaum buruh di dunia konservatif tinggi, di dunia liberal tergantung kesepakan pekerja dan pemilik usaha tergantung employee dan employer.

Saat ini di indonesia, cielingnya tinggi di atur negara, temboknya pagar rendah, lantainya tebal tadinya sekarang mulai menipis.

Tembok  pagar sangat rendah karena asing masuk di semua lini, mulai dari orang asiong, teknologi asing hingga hutang asing, lantai menipis karena jaring pengaman sosial, seperti  biaya pendidikan, kesehatan di tanggung segara sekarang mulai menipis, BPJS banyak buat rumah sakit merugi misalnya. 

Ketika newmind mendapat mandat maka cieling akan adil, swasta dan negara saling melengkapi pastinya tinggi, lantai rumah super tebal dengan pupuk gratis, bunga nol, printing money untuk UKM kreate supply terutama ekpor.

Tembok pagar tinggi sedikit, asing tidak masuk terutama yangmengambil SDA sumber daya alam, tenaga kerja  asing hanya untuk transfer knowledge, dan asing hanya untuk yang produktif, ilmu pengetahuan asing  yang tinggi boleh masuk.

Namun tenaga buruh rendahan, hutang konsumtif, pasti tidak boleh masuk.  Tembok pagar tinggi sedikit simbol nasionalis yang tinggi.

Jadi, kembali ke pelajaran liberal konsrvatif kita bisa tahu bahwa yang membuat saat ini di katakan kita selama ini tidak berdaulat karena, lantai menipis, tembok pagar rendah, cieling agak tinggi dan tidak terlalu adil.

Ubah yuk ke newmind,UKM berdaulat rakyat di beri rumah yang  lantai  tebal, tembok pagar agak tinggi, cieling agak tinggi dan adil.

ITULAH REDISTRIBUSI KEMAKMURAN ALA NEWMIND #peace

Related : KEKUATAN CALON 2024 YANG MERAGUKAN.