Waskita hutang nya 50 triliun  kemudian aset di jual adalah judul judul di banyak media kemudian di susul rugi garuda lebih dari 70 triliun yang akan di merpatikan dan di pailitkan, bangkrut.

Yang membeli aset aset itu siapa? Siapa lagi kalau bukan asing!!!

Kita ke infrastuktur dulu yang mana BUMN karya karya yang mengerjakanya smeuanya merugi. 

Sungguh kita tidak anti dengan infrastruktur yang kita anti CARA MEMBANGUNNYA berbasis hutang nya yang kita tentang.

Sulit kalau pemerintah berbisnis, dan membangun infrastruktur teorinya memang memperlancar arus barang, bener teorinya.

Pertanyaannya isi barangnya apa? Ngangkutnya pakai kendaraan apa? Bensinnya apa? 

Kalau barangnya impor, kendaraannya pemngangkutanya impor, BBMnya impor, dimana manfaat ekonominya kalau begitu?

Tetapi kalau membangunnya tanpa hutang maka resiko perusahaan BUMN yaitu badan usaha milik pemerintah arti sebenarnya TIDAK AKAN BANGKRUT, namun kenyataannya bangkrit karena? Karena MATI BUNGA!!!!

Ada dua hal yang menimbulkan masalah ekonomi yang saat ini terjadi, karena yang membangun adalah BUMN, maka modal di setor 20% harusnya FREE CASH ternyata ngak punya uang, jadi BUMN NYA NGUTANG untuk setoran modalnya, lalu yang 80% sisanya mencari pinjaman bank.

Katakan bank BUMN juga, maka proyek itu di mark up agar 20% setoran yang pinjam tadi bisa di bayar alias proyek ini 100% adalah PAKAI PINJAMAN pakai bunga.

Karena memakai uang BUMN maka sejak 5 tahun yang lalu bank bank tidak memberikan kredit ke swasta tetapi mementingkan proyek mercusuar infrastruktur gagah gagahnya terlihat menmtereng walau yang memakainya untuk konsumtif yang menghabiskan bahan bakar minyak YANG IMPOR.

Bank bank DI PAKSA membiayai proyek pemerintah tersebut sehingga sektor swasta terutama menengah bawah uangnya seret, duit dikit beredar hanay 44% dari PDB nasional.

Niat di perkecil itu kita faham, untuk merendahkan inflasi. Dimana uang beredar dengan produksi seimbang, karena PRODUKSI ngak ada, maka UANG BEREDAR DI KECILIN.

Strategi ini biasa di sebut quantitative tightening atau tight money policy. Kebijakan ini umum atau biasanya di lakukan oleh pejabat pemerintah YANG ANTI SWASTA, ANTI DUNIA BISNIS.

Tidak heran selama 7 tahun menjabat pertumbuhan GDP hanya naik 20 persen dimana inflasi di tahan 3% pertahunnya alias dalam 7 tahun inflasi 21%, atau kalau di bandingkan pertumbuhan GDP dengan inflasi dalam 7 tahun yang nilai nya MINUS 1%.

Khan geblek sebenarnya bernegaranya, namun buzzerp sebagai tentara udara gampang MEMBODOHI masyarakat, semua yang mengkilat di sebar luaskan, semua yang minus di tutup dan kalau ada yang membunyikan akan minusnya bernegara maka di anggap anti pemerintah, anti kebhinekaan, anti pejabat yang maha mulia yang sangat populer itu.

Lalu di ciptakan sebuah common enemy – musuh bersama, yang namanya kadrun, kampret dan sejenisnya sebagai kelompok anti pemerintah. 

Newmind bahkan di masukan ke kelompok tersebut. Padahal terang terangan, newmind tidak pro oposisi, tidak pro incumbent tetapi pro kebenaran dan setiap kebenaran di ungkap kalau di anggap salah selalu di kasih solusinya sementara yang namanya oposisi saat ini semua kerjanya bengok bengok kejelekan namun tidak mengajarkan mana yang benar.

Maka newmind juga HAJAR OPOSISI yang naif begitu!!!

Kita simpulkan sekarang, mengapa ekonomi indonesia dalam 7 tahun minus 1% sejatinya karena sang pejabat ingin mendapat prestasi dengan inflasi rendah, dengan menekan uang beredar. Sementara uang di bank di kuras bukan untuk UKM dan rakyat tetapi membiayai proyek mercusuar infrastrutur pakai HUTANG.

Karena proyek proyek itu hutang, berbunga dan tidak produktif terbuti rugi semuanya maka ini membuktikan secara perhitungan ekonomi CARANYA MEMBANGUN INFRASTRUKTUR PAKAI HUTANG ADALAH KEGEBLEKAN HAKIKI. Yang efek selanjutnya, ekonomi menjadi melambat, produksi UKM menurun dan hanya menjadi TRADER baranG tiongkok untuk hidup.

Maka yang terjadi selanjutnya ya aset di jual, di jual ke asing, aseng atau swasta yang dekat dengan pejabat penguasa yang MAINAN uang, restructuring dana asing.

Saat ini sebenernya kalau masyarakat sadarm diu atas sana lagi bancaan nasional, bagi bagi cuan. Yang heran kok kalian sudah ngak kaya, nambah miskin, masih aja membela. Mbok cari yang lain gitu loh?! 

#peace

Related : KENAPA BUMN SELALU MERUGI.