Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KITAB PARA RAJA

Ketika anda membeli ferrari maka manual book mobil tersebut anda pelajari bagaimana memakainya, memeliharnya dan lain sebagainya. Ketika manusia terlahir maka manual book nya untuk menjalani kehidupan kedepan sudah di sediakan kitab suci berdasar keyakinan dan agama lahirnya. 

Juga halnya para raja. Raja di indonesia punya sejarah atas buku atau manual book UNTUK mengelola kerajaan dan menjadi raja di bumi nusantara. Maka buku mardigunation hadir untuk generasi kini dan masa depan.








Mardigunation bukan  mardigu secara individu, mardigu adalah kependekan dari filosofi budaya di kampung saya dulu yang pemberian oleh nenek saya atas nama singakatan MARDIGU margi adalah jalan, di ning GUSTI , gusti adalah Allah. Mardigu sejatinya  artinya adalah margidininggusti – jalan menuju Allah , yang biasa juga dikenal dengan istilah tarikat.

Mardigunation menjadikan arti NEGORO MARGI DI NING GUSTI. Bernegara yang berjalan menuju Tuhan.  Seakan menjadi pembuka pesan lanjutan kitab  NEGARA KERTAGAMA yang menjadi acuan 

para raja jawa di dalam pengelola negara sejak dari jaman majapahit dengan pesan tertulis di 7 pupuh atau daun lontar yang menjadi pegangan para raja majapahit hingga mataram.

Juga pendahulunya para raja memiliki Kitab PARARATON  dari kerajaan  kediri yang terdiri dari 32 lembar yang juga  kitab pararaton tersebut di sebut KITAB PARA RAJA di masa itu . Yang terakhir adalah SULUK LINGLUNG sunan kalijaga yang berisikan pelajaran tasawuf di bungkus dengan sastra dalam untuk mengaji diri dan ngaji laku.

Ketiganya di kemas menjadi pesan dalam buku mardigunation yang merupakan suluk modern di tampilkan dengan aliaran psikodelic penuh kode sandi dan pesan.  Mengabungkan pesan 3 kitab bernegara dan spiritual di bungkus pesan kekinian dan masa depan. Selamat menikmati.

Saksikan launching bukunya dan dapatkan GRATIS di acara MMBC 24 Surabaya. 4-6 Februari. 

(Akan dikupas langsung oleh sang penulisnya) Bapak Mardigu Wowiek Prasantyo