Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa isu-isu Cina selalu saja dipakai oleh kaum politisi di negeri kita?

Ya karena isu itu yang laku dijual ke mayoritas masyarakat kita. Politisi hidup dari dukungan masyarakat. Semakin banyak dukungan yang mereka dapatkan, semakin besar kuasa mereka. Nah, bagaimana cara mereka mendapatkannya? Ya dengan mengadopsi nilai-nilai mayoritas itu lalu mengemasnya sebagai dagangan politik. Dalam hal ini sentimen terhadap etnis Cina. 

Selama mayoritas masyarakat masih memelihara kebencian rasial itu dalam benak mereka, selama itu pula politisi akan terus menjualnya dan memperparah sentimen. Siklus ini akan berulang terus. 

Lha bagaimana mau hilang, dulu pas aku sekolah di sekolah negeri, kebencian rasial itu bahkan ditanamkan oleh beberapa guru. Aku masih ingat bagaimana salah satu guruku menjelek-jelekkan etnis Cina di depan kelas saat jam pelajaran, padahal di kelas itu ada tiga orang murid etnis Cina termasuk aku.

Andaikata mayoritas masyarakat kita benci panci aluminium, niscaya itu pula yang akan dijual politisi sebagai dagangan politik. "Jauhi pengguna panci aluminium, mereka adalah penjajah di negeri sendiri." Begitu kampanyenya.