Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PILIHAN ARAH LAYAR

Begitu seorang entrepreneur kawakan mencapai  apa yang dicita-citakan, apa yang mereka lakukan selanjutnya? mereka langsung akan membuat sesuatu yang baru lagi. Begitu target tercapai, target yang lebih tinggi dipasang.  seakan tidak pernah berimbang, selalu menciptakan ketidakseimbangan, karena disanalah kehidupannya berputar dinamis. 

Jika anda berdampingan dengan seorang entrepreneur kawakan  ide-idenya mengalir terus karena itulah darahnya, ide yang di segerakan mewujud. Kenikmatan mereka itu berkarya. Menghasilkan uang hanyalah bonus.

Sahabt, kita semua tahu bahwa  Keseimbangan adalah kesempurnaan, sebuah kesempurnaan  merupakan perbaikan terus menerus yang dilakukan secara terus menerus  yang oleh bangsa jepang disebut sebagai KAIZEN.



Mereka yang memiliki semangat kaizen inilah, dianggap manusia yang makrifat sebagai pilihan hidupnya,. Apapun dan siapapun anda, misalnya sahbat adalah seniman, pebisnis, negarawan, politikus  dan lain sebagainya mereka harus selalu melakukan kaizen, demi kesempurnaan demi kemakrifatan diri.

Seorang manusia terbaik, contohnya  seperti seorang golfer Tiger Wood memiliki semangat ini. Walaupun sebuah jacket hijau - green jacket telah disandangnya sebagai master golf champion/juaranya-juara Golf yang sukses bertanding dalam sebuah turnamen. Suatu hari sesaat setelah menjuarai kejuaraan tersebut, di pertandingan antar master, pada usia 19 tahun, ia berkata pada pelatihnya, “saya harus menyempurnakan stroke swing golf saya, kayaknya masih jauh dari sempurna”. Bayangkan seorang dengan predikat juara, seorang master, Seorang juara dunia antar master berkata begitu?!

Kemudian selama 2 tahun tiger woods setiap saat menyempurnakan swign golfnya dimana hampir 2 tahun semenjak dia melakukan kaizen terhadap pukulannya hampir tidak ada piala juara di banyak torunamen namun ketika di usia 23 kaixennya mendapatkan hasilnya, maka sampaiu saat ini, tiger wood adalah pegolf terbaik di dunia!!!

Saya ada cerita lain dari sahabat saya. Di saat saya memulai bisnis property  di pertengahan tahun 90 hingga sahabat  saya  dan istrinya memulai bisnis bakery, Roti Sianis di Jakarta Barat. 

Saya berkata padanya, kayaknya lebih gampang jualan property deh, tidak ada kadaluarsanya. Kalau roti 2 hari tidak laku harus dibuang. “Lihat saja bossman, keluarga kami sudah turun temurun sejak dari kota Malang dulu bisnisnya makanan ini, ini khas kami tapi akan kami sempurnakan model dan rasanya, percaya deh resep kami dan bisnis model kami”, katanya optimis.

Pertama dia tiru seluruh produk andalan dari para kompetitornya seperti Holland Bakery, Mon Amy, dan lain-lain. Walaupun 30% produk sering retur dan harus dibuang dia tetap optimis. Saya ingat, Kalau dia mampir ke kantor saya selalu membawa sisa retur roti kemarin buat karyawan saya. Bahkan terkadang masih lebih untuk saya bawa pulang dan diberikan ke anak-anak yayasan rumah yatim indonesia. Beliau sering ke tempat saya kerena salah satu hobinya adalah berbisnis alat berat seperti buldozer, back hoe, exavator yang saya sering sewa untuk property saya.

Dia bercerita 1 tahun pertama bisnis rotinya berjalan tersendat-sendat. Dia harus mensubsidi dari keuntungan bisnis sewaan alat beratnya namun sejak di tahun ke-2 pertumbuhan mulai membaik sehingga perhitungan dagang mulai impas dan semenjak di tahun ketiga bisnis sudah mulai mengembangkan banyak kegiatan, dari distribusi, alat baru, ruang dapur lebih besar sehingga divisi penjualan yang menggunakan sepeda dan motor yang berjualan dari rumah ke rumah - langsung menjemput bola ke konsumen.

Saya tanya apa resep tumbuh segini cepat, pak bun?

Dia bilang..inget khan diawal-awal saya jualan masih banyak returnya, lalu sisa roti retur sesungguhnya masih layak dimakan hari itu juga jadi saya  kasih ke pesantren2, rumah yatim, yang sering  saya lewati. Lalu karena mereka suka roti sianis tersebut. lama-lama saya  dapat ide, saya ajak anak-anak  yatim, pengangguran dekat rumah  yang diatas 17 tahun  saya buatkan  SIM dan bisa naik motor menjadi penjual.

Motor saya  belikan depenya saja dimana kalau motor lunas motor tersebut saya berikan kepada mereka, tapi belum lunas masih pakai nama saya. Tiap bulan mereka nyicil dari pendapatan mereka. Saya  kasih 30% komisi dari setiap penjualan. Ternyata mereka pekerja keras. Satu hari rata2 bisa 2 kali bolak balik ke pabrik roti. Angka Rp 300 ribu jualan perhari standar lho?! Katanya bangga.

Kenapa anak yatim, mantan preman segala  ? Tanya saya lagi…dia jawab sambil tersenyum. Manusia kalau lapar, di kasih peluang, di kasih sarana hodup di kasih kesempatan ternyata mereka menjadi manusia yang  amanah, jujur dan pekerka keras. 

Saat ini bisnis rotinya  memiliki  klebih dari 500 penjaja menggunakan motor dengan hampir tidak ada retur barang jualan alias habis laku terjual. Semuanya dari anak2 yatim, pmantan preman sekitaran tempat tinggalnya di Jakarta barat.

Setelah 20  tahun an lebih dia menyempurnakan banyak hal dalam usahanya, mulai dari strategi penjualan, memodernisasikan pabrik roti, kemasan, inovasi produk yang paling nikmat hingga ke outlet-outlet. Favorit saya adalah roti tuna pedes dan roti basso-nya. omzet nya semakin menggila dan tumbuh bisnisnya luar biasa.

Sementara di sisi lain bisnis property  saya mengalami keadaan turun naik sangat berat seperti  dalam 6 tahun belakangan ini, dan saya jadi  ingat kata-katanya, cari bisnis yang masuknya susah – atau difficult to enter, karena pasti untuk sukses kita harus benar-benar master dan selalu melakukan penyempurnaan, jangan masuk bisnis yang mudah dimasuki (easy entry) karena kompetitor setiap saat bisa masuk baik dari pelanggan atau karyawan kita sendiri dan karena mudah, hal itu yang membuat kita sering lalai. #peace