Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIONGKOK YANG DI PUJA TAAT BUTA TAPI TIDAK DI TIRU

Tiongkok punya sejarah panjang membangun negaranya.  Pertanyaan mendasar, bagaimana tiongkok memodali negara tersebut untuk bisa membangun negaranya?

Cara yang sudah 6 presiden lakukan sejak jaman pak harto hingga jaman lord saat ini cara membangunnya berdasarkan pemikiran ahli ekonominya pola pikirnya begini : 

Menggunakan surplus perdagangan dan hutangan. Dalam perdagangan maka negara harus surplus BARU BISA MEMBANGUN. Surplus alias lebih banyak ekpor dari impor, inilah yang membuat surplus perdagangan.

Kalau perdagangannya tidak surplus, maka membangunnya pakai foreign direct investmen PAKAI UANG NEGARA LAIN, PAKAI TEKNOLOGI , BAHAN DAN TENAGA KERJA NEGARA LAIN.







Pertanyaan sekarang, kalau neraca perdagangan surplus, uangnya yang PEGANG itu pihak swasta atau pihak pemerintah? Ya bener...pihak swasta yang berdagang yang pegang. Tapi apakah masyarakat tahu bahwa kalau surplus keuangan yang surplus adalah swastanya?  jawabnya masyarakat  banyak yang tidak tahu dan TIDAK AKAN DI BIKIN TAHU.

Uang surplus tadi ternyata hanya ada  di CATATAN di UANG BEREDAR di negara. Ingat ya, sekali lagi yang surplus itu pedaganganya, swastanya, rakyatnya. Yang berdaulat atas uang tersebut ya PENGUSAHANYA.

Lalu untuk membangun itu ada 2, swasta yang membangun ada juga negara atau pemerintah yang membangun.

Fungsi suatu pemerintahan negara SESUNGGUHNYA  adalah mempermudah swasta berkarya. Swasta itu rakyat. Fungsi kebijakan adalah bagaimana masyarakat bisa sejahtera dengan usaha mereka. Fungsi pemerintahan yang ada batasnya selama 5 tahunan itu  bukan untuk membuat rakyat jadi manja dan pastinya bukan untuk  membuat pejabat menjadi kaya memanfaatkan peraturan, kewenangan dan jabatan.

Jadi kalau pemerintah membangun, rakyat HARUS JADI SEJAHTERA dan rakyat harus YANG MENGERJAKANNYA dan pastinya yang di bangun adalah sarana mempermudah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kemudian apa yang dilakukan sudah 6 presiden di indonesia dalam 40 tahun an mereka menjabat selama ini? sama kah dengan tiongkok bangun selama 40 tahun ini? samakah  dengan amerika bangun dalam 40 tahun ini?

Ternyata cara membangunnya adalah dengan hutang, dengan uang pinjaman yang hasilnya TIDAK MEMBUAT INDONESIA menjadi negara super power. Sementara, apakah tiongkok  yang  jadi negara besar apakah berhutang ? apa kah amerika yang menjadi negara super power apakah berhutang?

Amerika pakai printing money dalam membangun, tiongkok juga pakai printing money di dalam membangun, namun DI DALAM BERDAGANG, amerika dan tiongkok  baru PAKAI HUTANGAN!!!!

Jadi kalau sebuah negara berhutang dan selalu berhutang , sesungguhnya pemerintahannya sedang?.....BERDAGANG !!! bukan membangun & memajukan ekonomi dan martabat negara.

Ok, balik ketopik namun kita tidak diskusikan rinci dulu mengenai printing money, ini jadi bahan buat buzzerp otak cetek yang hanya bisa nyinyir tanpa solusi, berlindung di balik POWER SEMENTARA penguasa. Yang mengatakankan printing money salah.

Eh ngomong ngomong rekam digital itu kejam loh, bahan buat menghajar buzzer rupiah nanti pada saat para pembayarnya ngak jabat lagi, ngak punya power itu banyak banget. Kalau ngebayangin nasib mereka kedepannya,  hiiiiiih serem, apa enak ya hidup mereka nantinya? 

Wis, rasah lanjut ngomongin uzzer mata duiotan itu. Intinya kita balik ke pelajaran dasar membangun negara amerika sejak jaman 1971 amerika printing dolar tidak pakai emas, juga tiongkok di tahun pertengahan 80an mulai membangun fisiknya dalam negeri  tiongkok pakai 100% bahan baku nasionalnya tiongkok yanbg bayarnya pakai printing money juga.

Yang nasional dalam negeri membangunnya  dibayar reminbi yang di cetak berdasar proyek, yang ekpor  menerima dolar baru pemerintah tiongkok berani PINJAM DOLAR. 

Mulai lihat perbedaan newmind berfikir ? pemahaman newmind akan printing money  itu bukan hal baru di amerika dan tiongkok, tapi hal baru jika di bandingkan dengan para pejabat 6 presiden sejak jaman suharto hinggga saat ini.

Bahkan kaum newmind berani bilang, yang ada di etalase politik 2024 yang mau jadi presiden baik dari pihak incumben ataupun oposisi juga akan meniru 6 pemerintahan  yang lalu yang kita sebut OLD MIND tadi. 

Sementara, Newmind pasti meniru cara tiongkok dan amerika di dalam membangun  dalam negeri yaitu pakai printing money. Sementara kalau  dalam berdagang ekpor  baru pakai PINJAMAN  kita pakai juga  agar terlihat kita negara pada umumnya di mata luar.

Sekarang  cara membangunnya pakai dana pinjaman duit asing,  bahan baku dan teknologinya dari negara lain, pemerintah saat ini melakukan pinjaman mata uang asing tadi  menjaminkan aset negara.  

Bener deh, bisa ambyar dalam  jangka panjangnya. Tapi namanya juga sedang berkuasa di ingetin eh kita di bilang kadrun. Jiah sontoloyo di bilang kadrun, wudlu aja ngak lengkap, bagaimana sih lu buzzer memframing sontoloyo nya ngak keren, bego bego in dan kadrun kadrun in si sontoloyonya cemen. #peace