Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Tradisi Ramadan yang Unik dari Berbagai Daerah

Ramadan, bulan yang selalu disambut para muslim di seluruh dunia dengan suka cita. Apalagi di Indonesia, sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia, yakni sekitar 231 juta jiwa – sudah pasti menyambut bulan ini dengan kemeriahan tradisi.

Tradisi Ramadan masyarakat Indonesia memiliki banyak macam. Satu daerah biasanya memiliki satu atau lebih tradisi pada bulan suci ini.

Nah, di antara banyaknya tradisi bulan Ramadan tersebut, terdapat 7 yang paling unik. Penasaran? Sebaiknya tidak melewatkan bahasan ini.

7 Tradisi Ramadan yang Unik dari Berbagai Daerah

1. Tradisi Nyorog Khas Betawi

Terdapat di Betawi, Nyorog merupakan tradisi menyambut bulan puasa dan menjelang Idul Fitri yang dilakukan melalui pemberian bingkisan pada sanak saudara.

Tradisi membagikan bingkisan berupa makanan khas Betawi atau sembako ini biasanya diinisiasi oleh anggota keluarga paling muda dengan mengunjungi sanak saudara yang lebih tua atau mereka yang dituakan dalam kampungnya. 

2. Kuramasan Cianjuran

Tradisi bernama Kuramasan ini dimiliki oleh masyarakat Kampung Adat Miduana di Cianjur, Jawa Barat.

Tradisi Ramadan di Indonesia yang satu ini dilakukan pada satu hari menjelang bulan Ramadan dengan mandi secara kelompok maupun individu di Sungai Cipandak sedari pagi sampai Dzuhur.

3. Tradisi Ramadan Apeman di Yogyakarta

Tradisi Ramadan apeman dilaksanakan masyarakat Yogyakarta secara rutin per tahun menyambut datangnya bulan Ramadan. Karena Yogyakarta merupakan destinasi wisata internasional, para turis pun biasanya tertarik dengan tradisi ini. 

Tradisi apeman merupakan simbol rasa syukur terima kasih pada Sang Pencipta yang dilakukan melalui pembuatan beratus-ratus kue apem oleh keluarga Keraton Yogyakarta. Biasanya tradisi ini digelar di Jalan Sosrowijayan dan Jalan Malioboro.

4. Ramadan dengan Pacu Jalur di Riau

Ini adalah tradisi bulan Ramadan unik yang dilaksanakan masyarakat Riau, tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi. Pacu jalur merupakan suatu kompetisi mendayung perahu yang tersusun atas kayu pohon.

Dilaksanakan setiap tahun di Sungai Batang Kuantan, tradisi bulan Ramadan yang super meriah ini diyakini sebagai klimaks semua keringat dan upaya yang dilakukan oleh warga setempat untuk menyambut bulan suci Ramadan.

5. Makan telur ikan

Masyarakat Kendal, tepatnya di Kaliwungu mempunyai kebiasaan menjelang puasa unik yaitu mengonsumsi telur ikan mimi. Singkatnya, ikan mini merupakan binatang air asin atau laut yang memiliki kemiripan dengan ikan pari.

Menyongsong Ramadan, pasar dadakan atau pasar tiban diadakan di alun-alun kota. Nah, di tempat inilah kegiatan jual beli telur ikan mimi diadakan oleh masyarakat setempat. Tahukah kamu alasan dibalik konsumsi telur ikan mimi ini?

Jawabannya, karena mereka meyakini penyebar agama Islam juga mengkonsumsinya. Oh iya, tidak hanya makan telur ikan mimi, masyarakat Kaliwungu pun mempunyai tradisi tukuder yang berarti membeli makanan menjelang Ramadan.

6. Tradisi Ramadan Balimau di Minangkabau

Ini merupakan tradisi unik turun-temurun masyarakat Minangkabau yang digelar sehari atau dua hari menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan mandi menggunakan jeruk nipis guna mensucikan diri secara lahir batin.

7. Tradisi Malamang di Sumatera Barat

Malamang adalah tradisi turun-temurun warga Sumatera Barat. Tradisi ini dilaksanakan oleh ibu-ibu untuk menyambut bulan suci Ramadan. Malamang mempunyai arti, yaitu memasak lamang.

Lamang sendiri merupakan hidangan batang bambu muda yang berisi kukusan beras ketan putih dicampur santan. Malamang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan saat berkumpul dengan saudara.

Nah, jadi itulah 7 tradisi Ramadan yang unik dari berbagai daerah di Indonesia. Ada satu lagi tradisi bulan Ramadan yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia yaitu gotong royong memberdayakan sesama.