Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langka-Langkah Menulis dan menerbitkan buku dengan benar

Pada tulisan kali ini kita akan membahas apa saja langkah-langkah dalam menulis buku. Secara garis besar ada enam langkah yang disingkat TOJTRP. Berikut secara lengkap pembahasan mengenai langkah menulis buku.

Belajar menulis angkatan 6 memasuki materi kedua. Pada kesempatan ini materi akan diisi oleh Bapak Akbar Zainudin, seorang penulis buku best seller Man Jadda Wajada. Diawal materi beliau mengirimkan link video youtube. Peserta diminta untuk dapat menonton materi sampai selesai, dan mencatat beberapa hal yang kurang dipahami. Catatan itu nanti akan dibahas pada sesi tanya jawab. Berikut ini link videonya. https://youtu.be/Pvq2dqyWNcQ

Untuk mempermudah pemahaman materi pada video, saya akan merangkum penjelasan Pak Akbar pada video tersebut.

Apa saja langkah-langkah dalam menulis buku

Dalam menulis buku, pak Akbar biasa melakukannya dengan membagi ke dalam 6 tahap. Tahapan penulisan tersebut disingkat dengan istilah TOJTRP. Berikut penjelasan dari singkatan tersebut.

Tema

Setiap kita punya satu buku, pasti punya tema besar. Tema ini ada baik untuk buku berjenis fiksi maupun non fiksi. Tema itu adalah gambaran bidang apa yang akan kita tulis. Misalnya saya biasa menulis mengenai tema motivasi. Tema ini akan menjadi garis benang merah dari keseluruhan tulisan kita.

Outline (Daftar Isi)

Outline inilah yang akan membuat buku kita selesai, karena akan menjadi gambaran besar akan menjadi seperti apa buku yang akan kita tulis nantinya.  Daftar isi ini akan memandu kita akan selalu pada rel yang sudah kita tentukan. Jika ternyata saat menulis kita terlalu menikmati dan melenceng sedikit. Hal itu bisa dimaklumi. Selanjutnya kita mesti kembali mengikuti rel yang ada, sehingga benang merah buku yang sudah kita inginkan itu bisa tercapai. Dengan adanya daftar isi juga akan memudahkan kita membuat jadwal penulisan. Sehingga pembagian waktu dari isi buku yang akan kita tulis dapat selesai sesuai tenggat waktu. 

Gunanya outline:

1. Agar tulisan kita terarah.

2. Bisa buat jadwal dan target.

3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.

4. Agar bukunya selesai. 


Jadwal

Inilah rahasianya sebuah buku itu selesai atau tidak. Jadwal ini adalah sebuah perencanaan. Misalkan pada daftar isi yang telah kita buat ada 30 artikel. Maka setiap artikel itu dibuatkan jadwal berapa lama itu akan ditulis. 

Tuliskan

Mulailah menulis sesuai dengan jadwal yang telah kita buat. Jika 1 artikel kita targetkan selesai dalam 1 minggu, maka artikel harus sudah selesai selambat-lambatnya dalam 1 minggu. Disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tuliskan apa saja yang ada dalam pikiran kita, terkait dengan artikel yang akan kita tulis. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna. Jangan terlalu dipikirkan dahulu apakah tulisan kita sudah baik atau belum. Targetnya adalah selesaikan tulisan sesuai jadwal yang telah kita buat.

Revisi

Kapan kita melakukan revisi?

Revisi dilakukan setelah semua draf tulisan selesai. Sering terjadi kita hanya terpaku pada satu artikel. Kita ingin satu artikel itu sempurna, sehingga kita hanya fokus mengerjakan 1 artikel itu. Akhirnya menyebabkan artikel-artikel lain yang ada pada daftar isi terlewatkan. 

Dalam melakukan revisi, setidaknya ada 4 hal yang harus dilakukan, yaitu:

Merevisi data dan informasi yang kurang lengkap

Merevisi tata bahasa

Merevisi gaya tulisan. Usahakan setiap masing-masing artikel yang kita buat ada keselarasan. Disamakan gaya bahasanya dari awal sampai akhir.

Merevisi judul. Buatlah judul yang sederhana dan membuat orang ingin tahu sehingga ada ketertarikan untuk membaca

Penerbit

Penerbit akan menerima naskah, jika naskah buku kita sudah selesai dan siap cetak. Setiap penerbit itu punya aturan yang berbeda dalam penerimaan naskah. Coba hubungi terlebih dahulu untuk menanyakan apa saja syarat yang harus dipenuhi.

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit?

Buku kita akan laku atau tidak?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.

Apakah pembaca butuh buku kita?

Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?

Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.

Apa kelebihan buku kita dibandingkan buku sejenis?

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.

Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pemasaran buku?

Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?

Harus punya jawabannya.

Mulailah untuk menulis dan yakinlah bahwa 1 tahun ke depan naskah buku anda akan diterbitkan. Semua orang bisa menulis, untuk itu mulailah dari sekarang. Bersiaplah bahwa buku anda akan membawa anda berkeliling Indonesia bahkan dunia.