Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesalahan yang sering dilakukan Fresh Graduate

Enam Kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate, Dalam sesi acara wisuda para sarjana lulusan universitas ternama boleh saja merayakannya dengan gembira dan meriah, namun jangan lupa bahwa setelah lulus kuliah kita menjadi fresh graduate yang siap melangkah ke dunia kerja. Yang sudah punya pengalaman kerja saja banyak yang kena PHK apalagi fresh graduate lulusan kemarin sore?


 






Mencari kerja di tahun ini memang susah-susah gampang, maksud saya itu susah kalau lulus kuliah tetapi tidak menguasai skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja misal lulusan sarjana IT tetapi nggak bisa ngoding, skill hanya mengoperasikan microsoft office.. lalu dikatakan gampang kalau ada sanak keluarga yang bekerja di PT karena sistemnya kekeluargaan (saat melamar ada opsi untuk menyertakan kartu karyawan apabila ada salah seorang dari keluarga yang bekerja disana) ibarat bisa dibantu nego dengan biaya masuk kerja xxxxxxx

Karena sudah banyak mengirim lamaran kesana-kemari dan tidak kunjung mendapat panggilan interview, coba pahami beberapa kesalahan fresh graduate berikut saat melamar kerja;

1. Asal-asalan memilih lowongan pekerjaan 

Kebanyakan fresh graduate memikul harapan dari keluarga agar segera mendapatkan pekerjaan. Melamar pekerjaan tanpa memahami persyaratan dan jenis pekerjaan yang dilamar merupakan kesalahan fatal. 

Pekerjaan yang hendak dilamar harus sesuai latar belakang pendidikan dan kebutuhan perusahaan sehingga skill anda benar-benar dihargai bukan yang penting mendapatkan pekerjaan dulu, setelah itu kalau bosan tinggal resign.. tidak semudah itu ferguso!

Beberapa jenis pekerjaan ada yang mengikat, misal admin gudang harus tahan ijasah asli dan bekerja disana minimal 3th.... kemudian pekerjaan programmer juga diikat perjanjian kerja disaksikan notaris selama 3th

Jangan sampai setelah diterima bekerja justru muncul perasaan seperti terjebak, sehingga tidak bisa maksimal dalam bekerja. Lebih parahnya lagi kalau sampai melanggar perjanjian kerja bisa dikenakan denda yang nominalnya antara puluhan hingga ratusan juta 

Dulu saya pernah melamar sebagai programmer, dengan perjanjian kerja disaksikan notaris minimal selama 5th dan tentunya saya juga dibiayai kursus untuk memperdalam ilmu programming saya. Ibarat kita sekolah kemudian mendapat pesanan project langsung dari client. Kalau tidak salah dendanya hampir 100jt untuk mengganti biaya pendidikan selama 5th. 

Untung saya tolak hehe nggak kebayang siang malam dihantui deadline pekerjaan ngoding meskipun bayarannya besar (kalau freelance) sementara kalau ikut orang paling UMR + bonus sedikit 

2. Tidak merencanakan karir kedepan 

Ketika liburan saja kita mencari info wisata kesana kemari hingga merencanakan tempat-tempat yang ingin dikunjungi, sementara untuk rencana hidup kedepan hanya mengalir bagai air tanpa rencana? 

Contoh kerja di PT B1$1 dengan gaji UMR dipotong iuran BPJS.. kerja dibagian lab, masa kerja 10th gaji hanya segitu-gitu saja. Tidak ada rencana untuk mengembangkan prestasi sehingga mendapat promosi atau mendapat tawaran kerja yang lebih baik ?

Memiliki perencanaan karir sangat penting untuk membantu anda fokus dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan. Jika hidup tanpa rencana maka masa depan tidak jelas. Kalau di PHK maka hilang sudah pemasukan dan hidup tanpa arah tujuan 

3. Meremehkan kondisi kesehatan

Fresh graduate kebanyakan masih muda dan aktif mengambil pekerjaan tambahan hingga lupa makan-minum, itu terjadi pada beberapa teman saya yang bekerja di kota besar dengan penghasilan mentereng. Alih-alih mengumpulkan banyak uang namun akibat kebiasaan menunda makan, jajan junk food dan minum manis setiap hari tau-tau drop di tempat kerja 

Begitu dibawa ke rumah sakit sudah didiagnosa gejala mag akut dan diabetes padahal masih muda lho, sekarang kembali ke desa terus ngojol 

Makan tidak teratur mag langsung kambuh, minum es campur manis sedikit langsung pusing, posisi yang dia tempati saat bekerja di perusahaan dulu dalam hitungan hari sudah digantikan oleh orang lain

Uang tabungan habis untuk berobat. Tetapi roda kehidupan terus berputar semoga dengan skill yang dimilikinya bisa membuka peluang bisnis baru di desa

4. CV acak-acakan 

Dalam pembuatan CV terdapat beberapa aturan/kaidah bagaimana pembuatan CV yang baik dan benar agar berkas lamaran yang dikirim tidak dibuang ke tempat sampah oleh HRD. 

Banyak hal perlu diperhatikan saat pembuatan CV karena isi pada CV menjelaskan pengalaman kerja, keahlian dan kepribadian pelamar. 

Jika CV dipandang tidak menarik oleh HRD maka informasi seputar diri anda tidak akan dibaca. Seperti penulisan riwayat pekerjaan harus diurutkan dari yang terbaru hingga paling lama, jangan dibalik! kemudian ada aturan lain dalam pemilihan foto profile yang jelas jangan pakai masker!

Kesalahan fatal lain mungkin tidak menjelaskan keahlian yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada lowongan. Yang dicari desain grafis tetapi dalam CV tertulis keahlian "bisa mengoperasikan microsoft word, excel" jangankan lulusan sarjana, adek tetangga saya kelas 3 SD juga sudah mahir kok pakai office

5. Jangan hanya mengandalkan situs job online 

Dulu, kalau ingin mencari informasi lowongan kerja harus beli majalah/koran dan melihat pada halaman khusus iklan baris. Kalau sekarang hampir setiap bulan pasti ada Job Fair, pekerjaan online di situs freelance bertebaran, situs job seeker juga banyak sekali 

Disosial media pun banyak postingan lowongan kerja, kemudian di mading kelurahan juga selalu update kok. Kalau ingin cepat mendapat pekerjaan bisa posting di group alumni sekolah

6. Tidak berinvestasi

Kalau sudah menjadi fresh graduate rasanya malu masih minta uang jajan sama orang tua, padahal jaman masih kuliah kita biasa minta uang bensin dan beli kuota internet. 

Masa-masa kuliah sebenarnya sangat cocok dimanfaatkan untuk berinvestasi sehingga ketika lulus kuliah kita sudah punya modal untuk buka usaha atau modal mengurus berkas lamaran pekerjaan. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa pekerjaan yang melibatkan orang dalam pasti ada biaya. Contohnya petugas keamanan dengan perpanjangan kontrak tahunan dan gaji UMR saja harus bayar agar bisa mengisi slot tenaga keamanan di PT. 

Meski tidak semuanya tetapi praktik semacam ini lumrah terjadi disekitar kehidupan kita. Bisa juga uang hasil investasi untuk biaya kursus agar memperoleh sertifikat tertentu yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.

Demikian sedikit nasehat dari pekerja kantoran yang pernah nganggur selama 1th di rumah karena asyik ngeblog, ternyata lebih enak kerja + ngeblog dibandingkan ngeblog di rumah doang Sekian dan terimagaji.

Sumber dan sudah terbit di: www...helmykediricom